Hari ini kita akan melanjutkan materi Pendidikan Agama Islam yang sudah kita bahas pada pertemuan sebelumnya, maka dari itu kita simak ulang materi minggu lalu yaitu tentang:
Kisah Nabi Muhammad Saw Membangun Kota Madinah
Sebelum memulai ke dalam materi pembelajaran, silahkan anak-anak terlebih dahulu perhatikan video di bawah tentang materi kita pada hari ini
A. Membangun Masjid
Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah saw. ketika sampai di Madinah adalah membangun masjid. Masjid itu dikenal dengan sebutan Masjid Nabawi. Rasulullah saw. memilih tempat unta beliau pertama kali berhenti ketika tiba di Madinah sebagai lokasi masjid. Tanah itu semula merupakan tempat mengeringkan kurma milik dua anak yatim, Suhail dan Sahel bin Nafi’ bin Umar bin Sa’labah. Keduanya diasuh oleh As’ad bin Zararah. Rasulullah saw. membeli tanah itu. Rasulullah saw. memerintahkan menebang beberapa pohon kurma yang tumbuh di atas tanah itu. Juga memerintahkan memindahkan beberapa kuburan tua untuk membangun masjid. Fondasinya terbuat dari batu-batu keras. Dindingnya dari batu bata yang terbuat dari tanah. Tiang-tiangnya terdiri dari beberapa batang kurma. Atapnya dari daun-daun kurma.
Rasulullah saw. membangun masjid bukan sekadar tempat salat. Rasulullah saw. membangun masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam. Masjid Nabawi dijadikan sebagai tempat bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah umat. Masjid juga digunakan sebagai arena latihan bela negara dan pengobatan kaum Muslim. Serambi Masjid Nabawi juga menjadi tempat penampungan ahl al-Suffah. Ahl al-Suffah yaitu sekelompok kaum fakir miskin yang tidak memiliki tempat tinggal. Di masjid inilah kaum Muslim dibina dan dididik Rasulullah saw.
B. Menjalin Ukhuwah
Tahukah kalian, ketika Rasulullah saw. dan para sahabat hijrah dari Makkah ke Madinah, tak banyak yang dapat dibawa?. Para sahabat harus rela meninggalkan harta benda mereka di Makkah. Jika ada yang membawanya, mereka dihalangi dan baru diizinkan pergi jika bersedia meninggalkan harta kekayaannya. Orang-orang yang hijrah dari Makkah ke Madinah disebut dengan Muhajirin. Mereka rela meninggalkan keluarga, harta kekayaan serta kenyamanan di Makkah. Mereka rela hijrah ke Madinah dengan membawa keyakinan kepada Allah Swt. dan Rasulullah.
Mengapa persaudaraan ini penting? Persaudaraan ini menjadi penting agar tersedia kebutuhan pokok bagi pendatang baru, Muhajirin, yang tidak membawa harta kekayaan. Keahlian penduduk Makkah adalah berdagang yang membutuhkan modal. Padahal, Muhajirin tidak membawa bekal harta kekayaan. Sementara di Madinah, penduduk lebih banyak berkebun dan bertani. Selain itu, Muhajirin hanya datang sendiri atau bersama keluarga kecil ke Madinah. Mereka mungkin merasa kesepian di daerah baru. Cuaca di Madinah juga berbeda dengan Makkah. Di musim dingin sangat dingin, di musim panas sangat panas. Dengan persaudaraan, permasalahan yang dihadapi Muhajirin dapat diselesaikan sementara. Apalagi kaum Ansar membuka hati dan tangan mereka untuk membantu Muhajirin sepenuhnya.
C. Menggalang Kerukunan
Rasulullah saw. merasa perlu menciptakan kerukunan antar penduduk Madinah yang beragam. Rasulullah saw. melakukan perjanjian antara Kaum Muslim (Muhajirin dan Ansar) dengan Yahudi sebagai penduduk Madinah. Isi perjanjian ini kemudian dikenal dengan Piagam Madinah. Piagam Madinah berisi tentang pengakuan sebagai umat, baik sesama muslim maupun berbeda agama, yang memiliki tujuan sama. Penduduk Madinah yang beragam memiliki hak dan kewajiban yang sama. Penganiayaan harus dihindari, bahkan dihilangkan. Hukum harus ditegakkan tanpa membedakan suku dan agama.
TUGAS :
Silahkan kerjakan latihan soal yang terdapat pada akhir BAB Kisah Nabi Muhammad Saw Membangun Kota Makkah yang terdapat dalam Modul PAI (Hlm. 53-55 Bagian A dan B saja)
Keterangan : Kumpulkan hasil kerja kalian ketika ada jam pelajaran PAI di sekolah
Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua... Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah
Hari ini kita akan melanjutkan materi Pendidikan Agama Islam yang sudah kita bahas pada pertemuan sebelumnya, maka dari itu kita simak ulang materi minggu lalu yaitu tentang:
Kisah Nabi Muhammad Saw Membangun Kota Madinah
Sebelum memulai ke dalam materi pembelajaran, silahkan anak-anak terlebih dahulu perhatikan video di bawah tentang materi kita pada hari ini
A. Membangun Masjid
Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah saw. ketika sampai di Madinah adalah membangun masjid. Masjid itu dikenal dengan sebutan Masjid Nabawi. Rasulullah saw. memilih tempat unta beliau pertama kali berhenti ketika tiba di Madinah sebagai lokasi masjid. Tanah itu semula merupakan tempat mengeringkan kurma milik dua anak yatim, Suhail dan Sahel bin Nafi’ bin Umar bin Sa’labah. Keduanya diasuh oleh As’ad bin Zararah. Rasulullah saw. membeli tanah itu. Rasulullah saw. memerintahkan menebang beberapa pohon kurma yang tumbuh di atas tanah itu. Juga memerintahkan memindahkan beberapa kuburan tua untuk membangun masjid. Fondasinya terbuat dari batu-batu keras. Dindingnya dari batu bata yang terbuat dari tanah. Tiang-tiangnya terdiri dari beberapa batang kurma. Atapnya dari daun-daun kurma.
Rasulullah saw. membangun masjid bukan sekadar tempat salat. Rasulullah saw. membangun masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam. Masjid Nabawi dijadikan sebagai tempat bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah umat. Masjid juga digunakan sebagai arena latihan bela negara dan pengobatan kaum Muslim. Serambi Masjid Nabawi juga menjadi tempat penampungan ahl al-Suffah. Ahl al-Suffah yaitu sekelompok kaum fakir miskin yang tidak memiliki tempat tinggal. Di masjid inilah kaum Muslim dibina dan dididik Rasulullah saw.
B. Menjalin Ukhuwah
Tahukah kalian, ketika Rasulullah saw. dan para sahabat hijrah dari Makkah ke Madinah, tak banyak yang dapat dibawa?. Para sahabat harus rela meninggalkan harta benda mereka di Makkah. Jika ada yang membawanya, mereka dihalangi dan baru diizinkan pergi jika bersedia meninggalkan harta kekayaannya. Orang-orang yang hijrah dari Makkah ke Madinah disebut dengan Muhajirin. Mereka rela meninggalkan keluarga, harta kekayaan serta kenyamanan di Makkah. Mereka rela hijrah ke Madinah dengan membawa keyakinan kepada Allah Swt. dan Rasulullah.
Mengapa persaudaraan ini penting? Persaudaraan ini menjadi penting agar tersedia kebutuhan pokok bagi pendatang baru, Muhajirin, yang tidak membawa harta kekayaan. Keahlian penduduk Makkah adalah berdagang yang membutuhkan modal. Padahal, Muhajirin tidak membawa bekal harta kekayaan. Sementara di Madinah, penduduk lebih banyak berkebun dan bertani. Selain itu, Muhajirin hanya datang sendiri atau bersama keluarga kecil ke Madinah. Mereka mungkin merasa kesepian di daerah baru. Cuaca di Madinah juga berbeda dengan Makkah. Di musim dingin sangat dingin, di musim panas sangat panas. Dengan persaudaraan, permasalahan yang dihadapi Muhajirin dapat diselesaikan sementara. Apalagi kaum Ansar membuka hati dan tangan mereka untuk membantu Muhajirin sepenuhnya.
C. Menggalang Kerukunan
Rasulullah saw. merasa perlu menciptakan kerukunan antar penduduk Madinah yang beragam. Rasulullah saw. melakukan perjanjian antara Kaum Muslim (Muhajirin dan Ansar) dengan Yahudi sebagai penduduk Madinah. Isi perjanjian ini kemudian dikenal dengan Piagam Madinah. Piagam Madinah berisi tentang pengakuan sebagai umat, baik sesama muslim maupun berbeda agama, yang memiliki tujuan sama. Penduduk Madinah yang beragam memiliki hak dan kewajiban yang sama. Penganiayaan harus dihindari, bahkan dihilangkan. Hukum harus ditegakkan tanpa membedakan suku dan agama.
TUGAS :
Silahkan kerjakan latihan soal yang terdapat pada akhir BAB Kisah Nabi Muhammad Saw Membangun Kota Makkah yang terdapat dalam Modul PAI (Hlm. 53-55 Bagian A dan B saja)
Keterangan : Kumpulkan hasil kerja kalian ketika ada jam pelajaran PAI di sekolah
Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua... Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah
Hari ini kita akan melanjutkan materi Pendidikan Agama Islam yang sudah kita bahas pada pertemuan sebelumnya, maka dari itu kita simak ulang materi minggu lalu yaitu:
Kisah Nabi Adam as. sebagai Manusia Pertama di Bumi
Sebelum memulai ke dalam materi pembelajaran, silahkan anak-anak terlebih dahulu perhatikan video di bawah tentang materi kita pada hari ini
A. Allah menciptakan Nabi Adam as.
Malaikat, iblis, dan manusia diciptakan oleh Allah Swt. Manusia pertama yang diciptakan adalah Nabi Adam a.s. Nabi Adam a.s. diciptakan dari tanah. Manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna. Malaikat dan iblis diperintah oleh Allah Swt. Malaikat mau menghormati Nabi Adam a.s., tetapi iblis tidak mau. Iblis dimurkai Allah Swt., lalu dikeluarkan dari surga. Iblis bersumpah akan menggoda manusia untuk berbuat keburukan.
B. Nabi Adam as. dan Hawa tinggal di Syurga
Syurga adalah tempat yang penuh dengan kenikmatan. Allah Swt. menciptakan pendamping Nabi Adam a.s. yang bernama Hawa. Hawa diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam a.s. Mereka hidup bahagia di surga. Apa pun yang mereka inginkan dikabulkan oleh Allah Swt. Akan tetapi, Allah Swt. melarang mereka mendekati pohon buah khuldi. Iblis menggoda Adam a.s. dan Hawa agar memakan buah khuldi tersebut. Akhirnya mereka tergoda rayuan iblis untuk memakan buah khuldi. Adam a.s. dan Hawa menyadari kesalahan mereka. Mereka memohon ampun kepada Allah Swt.
C. Nabi Adam as. dan Hawa diturunkan ke Bumi
Akibat kesalahan mereka, Allah Swt. menurunkan Nabi Adam a.s. dan Hawa ke bumi. Nabi Adam a.s. diturunkan di bumi sebelah timur. Hawa diturunkan di bumi sebelah barat. Mereka senantiasa bersabar menjalani hukuman. Mereka berpisah selama 40 tahun.
Setelah 40 tahun berpisah, akhirnya mereka dipertemukan kembali di Jabal Rahmah (Gunung kasih sayang). Nabi Adam a.s. dan Hawa hidup berdua di bumi. Mereka harus mencari makan sendiri. Mereka bercocok tanam untuk bertahan hidup. Hingga akhirnya, Allah Swt. menganugerahi mereka keturunan.
D. Keteladanan Nabi Adam as.
Nabi Adam a.s. dan Hawa menyadari kesalahannya. Mereka memohon ampunan kepada Allah Swt. Mereka berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Maka dari itu kita harus mencontoh perilaku Nabi Adam a.s. dan Hawa. Mereka berpisah selama 40 tahun. Akan tetapi mereka tetap menerimanya dengan sabar dan ikhlas. Semua dijalani karena mereka taat terhadap perintah Allah Swt. Oleh karena itu kita juga harus belajar sabar dan ikhlas jika suatu saat harus berpisah dengan orang tersayang. Karena suatu saat kita pasti akan dipertemukan kembali.
Kisah Nabi Adam as dan Siti Hawa
TUGAS :
Silahkan kerjakan latihan soal yang terdapat pada akhir BAB Kisah Nabi Adam as. yang terdapat dalam Modul PAI (Hlm. 53-55 Bagian A dan B saja)
Keterangan : Kumpulkan hasil kerja kalian ketika ada jam pelajaran PAI di sekolah
Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua... Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah
Hari ini kita akan melanjutkan materi Pendidikan Agama Islam yang sudah kita bahas pada pertemuan sebelumnya, maka dari itu kita simak ulang materi minggu lalu yaitu tentang:
Kisah Nabi Muhammad Saw Membangun Kota Madinah
Sebelum memulai ke dalam materi pembelajaran, silahkan anak-anak terlebih dahulu perhatikan video di bawah tentang materi kita pada hari ini
A. Membangun Masjid
Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah saw. ketika sampai di Madinah
adalah membangun masjid. Masjid itu dikenal dengan sebutan Masjid Nabawi.
Rasulullah saw. memilih tempat unta beliau pertama kali berhenti ketika
tiba di Madinah sebagai lokasi masjid. Tanah itu semula merupakan tempat
mengeringkan kurma milik dua anak yatim, Suhail dan Sahel bin Nafi’ bin Umar
bin Sa’labah. Keduanya diasuh oleh As’ad bin Zararah. Rasulullah saw. membeli
tanah itu. Rasulullah saw. memerintahkan menebang beberapa pohon kurma
yang tumbuh di atas tanah itu. Juga memerintahkan memindahkan beberapa
kuburan tua untuk membangun masjid. Fondasinya terbuat dari batu-batu keras. Dindingnya dari batu bata yang
terbuat dari tanah. Tiang-tiangnya terdiri dari beberapa batang kurma. Atapnya
dari daun-daun kurma.
Rasulullah saw. membangun masjid bukan sekadar tempat salat. Rasulullah
saw. membangun masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam. Masjid Nabawi
dijadikan sebagai tempat bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah umat.
Masjid juga digunakan sebagai arena latihan bela negara dan pengobatan
kaum Muslim. Serambi Masjid Nabawi juga menjadi tempat penampungan ahl
al-Suffah. Ahl al-Suffah yaitu sekelompok kaum fakir miskin yang tidak memiliki
tempat tinggal. Di masjid inilah kaum Muslim dibina dan dididik Rasulullah saw.
B. Menjalin Ukhuwah
Tahukah kalian, ketika Rasulullah saw. dan para sahabat hijrah dari
Makkah ke Madinah, tak banyak yang dapat dibawa?. Para sahabat harus rela
meninggalkan harta benda mereka di Makkah. Jika ada yang membawanya,
mereka dihalangi dan baru diizinkan pergi jika bersedia meninggalkan harta
kekayaannya. Orang-orang yang hijrah dari Makkah ke Madinah disebut dengan Muhajirin.
Mereka rela meninggalkan keluarga, harta kekayaan serta kenyamanan di
Makkah. Mereka rela hijrah ke Madinah dengan membawa keyakinan kepada
Allah Swt. dan Rasulullah.
Mengapa persaudaraan ini penting? Persaudaraan ini menjadi penting
agar tersedia kebutuhan pokok bagi pendatang baru, Muhajirin, yang tidak
membawa harta kekayaan. Keahlian penduduk Makkah adalah berdagang
yang membutuhkan modal. Padahal, Muhajirin tidak membawa bekal harta
kekayaan. Sementara di Madinah, penduduk lebih banyak berkebun dan bertani.
Selain itu, Muhajirin hanya datang sendiri atau bersama keluarga kecil ke
Madinah. Mereka mungkin merasa kesepian di daerah baru. Cuaca di Madinah juga berbeda dengan Makkah. Di musim dingin sangat dingin, di musim panas
sangat panas. Dengan persaudaraan, permasalahan yang dihadapi Muhajirin
dapat diselesaikan sementara. Apalagi kaum Ansar membuka hati dan tangan
mereka untuk membantu Muhajirin sepenuhnya.
C. Menggalang Kerukunan
Rasulullah saw. merasa perlu menciptakan kerukunan antar penduduk
Madinah yang beragam. Rasulullah saw. melakukan perjanjian antara Kaum
Muslim (Muhajirin dan Ansar) dengan Yahudi sebagai penduduk Madinah. Isi
perjanjian ini kemudian dikenal dengan Piagam Madinah. Piagam Madinah berisi tentang pengakuan sebagai umat, baik sesama
muslim maupun berbeda agama, yang memiliki tujuan sama. Penduduk Madinah
yang beragam memiliki hak dan kewajiban yang sama. Penganiayaan harus
dihindari, bahkan dihilangkan. Hukum harus ditegakkan tanpa membedakan
suku dan agama.
TUGAS :
Silahkan kerjakan latihan soal yang terdapat pada akhir BAB Kisah Nabi Muhammad Saw Membangun Kota Makkah yang terdapat dalam Modul PAI (Hlm. 53-55 Bagian A dan B saja)
Keterangan : Kumpulkan hasil kerja kalian ketika ada jam pelajaran PAI di sekolah
Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua... Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah
Hari ini kita akan memulai materi Pendidikan Agama Islam yaitu:
Kisah nabi Adam as. serta Keteladanannya
Sebelum memulai ke dalam materi pembelajaran, silahkan anak-anak terlebih dahulu perhatikan video di bawah tentang materi kita pada hari ini
A. Allah menciptakan Nabi Adam as.
Malaikat, iblis, dan manusia diciptakan oleh Allah Swt. Manusia pertama yang diciptakan adalah Nabi Adam a.s. Nabi Adam a.s. diciptakan dari tanah. Manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna. Malaikat dan iblis diperintah oleh Allah Swt. Malaikat mau menghormati Nabi Adam a.s., tetapi iblis tidak mau. Iblis dimurkai Allah Swt., lalu dikeluarkan dari surga. Iblis bersumpah akan menggoda manusia untuk berbuat keburukan.
B. Nabi Adam as. dan Hawa tinggal di Syurga
Syurga adalah tempat yang penuh dengan kenikmatan. Allah Swt. menciptakan pendamping Nabi Adam a.s. yang bernama Hawa. Hawa diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam a.s. Mereka hidup bahagia di surga. Apa pun yang mereka inginkan dikabulkan oleh Allah Swt. Akan tetapi, Allah Swt. melarang mereka mendekati pohon buah khuldi. Iblis menggoda Adam a.s. dan Hawa agar memakan buah khuldi tersebut. Akhirnya mereka tergoda rayuan iblis untuk memakan buah khuldi. Adam a.s. dan Hawa menyadari kesalahan mereka. Mereka memohon ampun kepada Allah Swt.
C. Nabi Adam as. dan Hawa diturunkan ke Bumi
Akibat kesalahan mereka, Allah Swt. menurunkan Nabi Adam a.s. dan Hawa ke bumi. Nabi Adam a.s. diturunkan di bumi sebelah timur. Hawa diturunkan di bumi sebelah barat. Mereka senantiasa bersabar menjalani hukuman. Mereka berpisah selama 40 tahun.
Setelah 40 tahun berpisah, akhirnya mereka dipertemukan kembali di Jabal Rahmah (Gunung kasih sayang). Nabi Adam a.s. dan Hawa hidup berdua di bumi. Mereka harus mencari makan sendiri. Mereka bercocok tanam untuk bertahan hidup. Hingga akhirnya, Allah Swt. menganugerahi mereka keturunan.
D. Keteladanan Nabi Adam as.
Nabi Adam a.s. dan Hawa menyadari kesalahannya. Mereka memohon ampunan kepada Allah Swt. Mereka berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Maka dari itu kita harus mencontoh perilaku Nabi Adam a.s. dan Hawa. Mereka berpisah selama 40 tahun. Akan tetapi mereka tetap menerimanya dengan sabar dan ikhlas. Semua dijalani karena mereka taat terhadap perintah Allah Swt. Oleh karena itu kita juga harus belajar sabar dan ikhlas jika suatu saat harus berpisah dengan orang tersayang. Karena suatu saat kita pasti akan dipertemukan kembali.
Kisah Nabi Adam as dan Siti Hawa
Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua... Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah
Hari ini kita akan memulai materi Pendidikan Agama Islam yaitu:
Kisah Nabi Muhammad Saw Membangun Kota Madinah
Sebelum memulai ke dalam materi pembelajaran, silahkan anak-anak terlebih dahulu perhatikan video di bawah tentang materi kita pada hari ini
A. Membangun Masjid
B. Menjalin Ukhuwah
C. Menggalang Kerukunan
Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua... Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah
Hari ini kita akan memulai materi Pendidikan Agama Islam yaitu:
Kisah Nabi Muhammad Saw Membangun Kota Madinah
Sebelum memulai ke dalam materi pembelajaran, silahkan anak-anak terlebih dahulu perhatikan video di bawah tentang materi kita pada hari ini
A. Membangun Masjid
B. Menjalin Ukhuwah
C. Menggalang Kerukunan
Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua... Aamiin Yaa Robbal'alamiin. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate another link velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.