Tabiik Puunnn...
صباح الخير ... كيف حالكم؟
I Hope you will be fine and good😊
Jangan lupa melafadzkan Basmallah dan membaca do'a!
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Sholih sholiha bu guru bagaimana kabarnya? Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah Swt dan kita semua harus tetap semangat dalam pembelajaran ya nakk!...😊 Baik, Ananda Sholih dan Sholiha Ibu Lena Sebelum memulai pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada pagi hari ini, pastikan anak-anak sekalian sudah mendengarkan tausiah, melaksanakan sholat Dhuha dan tadarus Al-Qur'an yaa…
Alhamdulillah... Hari ini kita di pertemukan kembali dalam keadaan sehat wal 'afiyat. Okee, pada pertemuan sebelumnya anak-anak Bu Lena sudah sangat luar biasa telah menyelesaikan pembelajaran Bab 1 tentang Menyayangi Anak Yatim, sekarang kita akan memasuki Bab baru yaitu Bab 2 "Lebih Dekat dengan Nama-Nama Allah" pada sub bab A yaitu Ayo Mengenal Allah Swt. melalui Asmaulhusna. Untuk itu setelah pembelajaran berlalu, kita semua jangan lupa untuk mengamalkan materi yang sudah kita pelajari, supaya kita akan mendapatkan pahala dari Allah Swt... Aamiin ya robbal'alamiin.
Pendidikan Agama Islam / Kelas V
☺ Capaian Pembelajaran (CP) : Meyakini adanya Allah Swt melalui nama-nama Allah yang baik (asmaulhusna) dan mengenal makna al-Qawiyyu, al-Qayyum, al-Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'is.
☺ Tujuan Pembelajaran (TP) :
- Meyakini asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyum, al-Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'is.
- Menjelaskan makna asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyum, al-Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'is.
- Mengungkap nilai-nilai akhlak terpuji sebagai bukti keyakinan kepada asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyum, al-Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'is.
☺ Materi Pokok : Ayo Mengenal Allah Swt. melalui Asmaulhusna
☺ Model Pembelajaran/Metode : Ceramah interaktif, Tanya Jawab, dan Diskusi
☺ Media/Alat Peraga : Poster Asmaulhusna, Mushaf Al-Qur'an
☺ Apersepsi : Mengajukan pertanyaan sederhana kepada murid tentang kehidupan sehari-hari: "Anak-anak, pernahkah kalian mendengar ungkapan 'tak kenal maka tak sayang'? Menurut kalian, apakah kita sudah benar-benar mengenal Allah Swt? Coba sebutkan, adakah manusia yang paling kuat di dunia ini? Bisakah manusia hidup sendiri tanpa bantuan orang lain?" Kemudian anak-anak diajak untuk memperhatikan poster Asmaulhusna yang digunakan untuk memperoleh informasi dari pertanyaan tersebut.
☺ Materi Pembelajaran : Ayo Mengenal Allah Swt. melalui Asmaulhusna
Sebelum memulai ke dalam materi pembelajaran, silahkan anak-anak terlebih dahulu perhatikan poster Asmaulhusna di bawah ini!
A. Ayo Mengenal Allah Swt. melalui Asmaulhusna
Kalian pasti sering mendengar ungkapan "tak kenal maka tak sayang". Sebuah ungkapan yang sering disampaikan saat berkenalan dengan orang yang lebih banyak. Memang benar semakin kita mengenali orang tersebut kita semakin tahu apa yang diperbuat, dikatakan bahkan dirasakan. Seperti kalian mengenali orang tua kalian, pastilah kalian sangat mengenal sehingga selalu berbuat baik untuknya.
Anak saleh harus dekat dengan Allah dan harus mengenal lebih dekat kepada Allah. Salah satunya dengan cara mengenal lebih dekat nama-nama Allah. Semakin kalian mengenali Allah maka kalian akan semakin dekat dengan Allah. Diharapkan semakin kuat mendekati Allah dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya maka juga semakin jauh meninggalkan larangan Allah.
Nama-nama indah Allah, semuanya mengacu kepada sifat-sifat-Nya. Nama-nama indah inilah yang dikenal dengan nama asmaulhusna. Nama-nama indah ini dinyatakan Allah di dalam Al-Qur'an, antara lain dalam surah al-A'raf ayat 180 yang artinya: "Dan Allah memiliki Asma'ul-husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (Q.S. al-A'raf/7:180)
Ayat tersebut meyakinkan kepada kita akan nama-nama indah Allah, dan kita bisa menyebut kapanpun agar kita selalu ingat akan kekuasaan-Nya. Namun kita tidak bisa menggunakan nama Allah pada saat ibadah yang telah ditentukan seperti dalam salat. Tetap saja kalian menggunakan Allahu Akbar dan tidak bisa diganti dengan ar-Rahmanu Akbar atau ar-Rahimu Akbar, dan sebagainya.
Nama-nama indah Allah juga terdapat di dalam Q.S. al-Hasr/59: 24, "Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." (Q.S. al-Hasr/59:24)
Adapun pada pelajaran ini akan membahas lima asmaulhusna, yaitu al-Qawiyyu, al-Qayyum, al-Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'is.
Al-Qawiyyu (اَلْقَوِيُ)
Menurut kalian siapakah manusia terkuat di Indonesia? Nah, jika sudah menemukan jawabannya, apakah ada orang lain yang lebih kuat? Mampukah dia mengangkat beban dengan berat 100 kg, atau mampukah dia mengangkat sebuah mobil? Ternyata kekuatan manusia sangat terbatas. Lalu siapa yang kekuatannya tidak terbatas?
Dialah Allah yang Maha Kuat dan tidak satu makhlukpun yang mampu mengalahkan-Nya. Dialah Allah al-Qawiyyu yang memiliki kekuatan di atas segalanya. Dengan kekuatannya Dia mengawasi dan mengatur segala sesuatu yang telah diciptakan. Allah memiliki kekuatan untuk menghancurkan dan membangun kembali apa yang telah luluh lantak. Allah juga memiliki kekuatan yang Maha dahsyat, hingga menghancurkan kekuatan yang disombongkan oleh mahluknya, seperti kekuatan Fir'aun sebagaimana firman Allah dalam Q.S. al-Anfal/8: 52 yang artinya: "(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang sebelum mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sungguh, Allah Mahakuat lagi sangat keras siksa-Nya."
Sungguh Allah memiliki kekuatan yang tidak terbatas. Kekuatan Allah menunjukkan bahwa manusia di hadapan Allah sangat lemah. Karena itu manusia tidak pantas membanggakan dirinya. Sehebat apapun dan sekuat apapun manusia tidak pantas untuk sombong. Karena kesombongan akan menghancurkan diri sendiri.
Sebagai anak saleh harus meyakini bahwa kekuatan yang dimiliki manusia adalah pemberian dari Allah. Nah, untuk membuktikan keyakinan kepada Allah yang memiliki sifat al-Qawiyyu kalian harus meneladani. Seperti dalam pesan Rasulullah Saw. bahwa "mukmin yang kuat lebih disenangi daripada mukmin yang lemah." Adapun contoh-contoh lain adalah sebagai berikut:
- Jika memiliki kekuatan berupa kecukupan harta maka bantulah yang lemah atau miskin;
- Tidak memamerkan dan menunjukkan kekuatan harta di hadapan orang miskin;
- Jika memiliki ilmu maka amalkanlah dan tidak memamerkan ilmu di hadapan orang yang rendah hati.
Al-Qayyum (اَلْقَيُّوْمُ)
Pernahkah kalian mengalami kesulitan? Apa yang kalian rasakan? Tentu ingin minta tolong, kan? Coba ceritakan pengalaman kalian mempersiapkan perlengkapan sekolah! Apakah kalian merasa kesulitan? Apakah masih dibantu orang tua?
Ternyata kita masih mengalami kesulitan dan membutuhkan orang lain. Itulah sifat manusia sedangkan Allah Sang Pencipta melakukan segalanya sendiri tanpa bantuan dari manapun.
Allah memiliki nama al-Qayyum yang artinya Allah Swt. berdiri sendiri dan tidak membutuhkan bantuan makhluk-Nya. Allah yang mengurus dan mengatur segala sesuatu yang menjadi kebutuhan makhluk-Nya, sebagaimana firman-Nya, "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)." (Q.S. Ali 'Imran/3: 2)
Dialah Allah yang memerintahkan makhluk-Nya untuk taat kepada-Nya. Adanya malaikat yang melaksanakan perintah Allah bukan karena Allah membutuhkan bantuan. Akan tetapi, hal itu menunjukkan kekuasaan Allah atas malaikat dan semua makhluk. Sudah sepantasnya semua makhluk tunduk terhadap perintah-Nya.
Al-Qayyum juga berarti Allah yang mengurus seluruh alam raya ini sendiri dan tidak membutuhkan apa pun dari makhluk-Nya. Dia yang menegakkan bumi dan langit, membuat bumi dan bulan mengitari matahari, menciptakan langit yang berdiri kokoh tanpa tiang, dan mengurus kebutuhan seluruh makhluk hidup-Nya. Semua dilakukan tanpa meminta bantuan kepada siapa pun. Allah berfirman dalam Q.S. al-Baqarah/2: 255 yang artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi."
Sifat ini memberikan keteladanan kepada kita, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Tidak menggantungkan hidup kepada orang lain. Anak muslim terbiasa memenuhi kebutuhan pribadi secara mandiri, seperti merapikan tempat tidur, menyiapkan peralatan sekolah, menyiapkan pakaian sekolah, dan sebagainya.
- Memiliki keterampilan untuk kebutuhan diri sendiri. Kalian harus memiliki keterampilan untuk hidup mandiri, seperti terampil bersepeda, terampil membersihkan dan merapikan rumah, dan menjaga kesehatan.
- Memiliki kepedulian kepada orang lain. Anak muslim harus gemar dan terbiasa membantu orang lain. Jika ada yang terkena musibah, hatinya bergetar, tangan dan raganya tergerak untuk membantu.
Al-Muhyi (اَلْمُحْيِ)
Pernahkah kalian melihat sawah yang kering? Rerumputan yang kering dan mati? Dan mengapa saat ada hujan sawah yang kering menjadi subur? Ayo, pikirkan mengapa rumput yang telah mati menjadi hidup kembali? Siapa yang menghidupkan semua itu?
Dialah Allah Swt. yang memiliki sifat al-Muhyi, artinya Maha Menghidupkan. Dialah Allah yang memberi kehidupan kepada seluruh makhluk-Nya. Firman Allah Swt. dalam Q.S. ar-Rum/30: 50 yang artinya: "Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Dialah Allah yang Maha menghidupkan segalanya. Allah juga akan menghidupkan kembali manusia yang telah mati dan membangkitkannya kelak di akhirat. Termasuk badan kalian bisa bergerak dengan leluasa, semua karena kekuasaan Allah.
Sebagai anak saleh tentunya bisa mengambil pelajaran dari sifat ini. Di antaranya agar bangkit dan termotivasi untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Ayo, perhatikan di lingkungan sekitar. Pernahkah kalian melihat ada musibah? Atau pernahkah melihat sebuah kecelakaan? Tentu peristiwa ini tak ingin menimpa kita dan tidak kita kehendaki. Namun di balik musibah ada orang-orang yang Allah selamatkan, sehingga dia kembali hidup dan menikmati kehidupan. Allah mematikan dan menghidupkan manusia agar mereka meningkatkan kehidupan yang lebih baik, merasakan kenikmatan hidup, dan berlomba-lomba dalam amal kebaikan.
Al-Mumit (اَلْمُمِيْتُ)
Pernahkah kalian menyaksikan seseorang yang meninggal? Apakah seseorang yang meninggal selalu berusia tua atau muda atau mungkin masih anak-anak? Ungkapkan pengalaman kalian menyaksikan peristiwa itu!
Ternyata semua yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Dialah Allah yang Maha Mematikan atau al-Mumit. Allah yang menakdirkan kematian bagi makhluk yang ditetapkan kematian, Allah juga yang mematikan dengan menahan nyawa, bagai jasad yang dikehendaki. Sebagaimana firman Allah yang artinya, "Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir." (Q.S. az-Zumar/39: 42)
Kematian pasti akan datang. Karena itu tidak perlu takut menghadapinya. Namun kita perlu mempersiapkannya. Kematian adalah gerbang menuju kebahagiaan abadi. Jika ingin bahagia, maka kita harus mengikuti perintah Allah dan rasul-Nya. Misalnya, rajin salat, rajin membaca Al-Qur'an, hormat kepada orang tua dan guru, senang mendamaikan, besikap ramah penuh kasih sayang dan sikap terpuji lainya. Kemudian, jauhi yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya, misalnya mencuri, berkelahi, mencemooh, menggunjing, menyakiti orang lain, dan sebagainya.
Tahukah kalian, manusia akan mengalami dua kali kematian dan dua kali kehidupan. Kematian pertama adalah saat manusia belum ada di alam raya ini. Setelah itu Allah ciptakan kita untuk menjalani hidup di dunia dan ini disebut kehidupan pertama. Setelah itu, manusia akan mengalami kematian kedua yaitu saat roh manusia dicabut Allah. Kemudian Allah membangkitkan manusia dari alam barzakh dan ini disebut kehidupan kedua. Firman Allah dalam Al-Qur'an surah Gafir/40:11 yang artinya: "Mereka menjawab, Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)."
Allah berkehendak untuk mematikan makhluk-Nya. Bagi Allah mematikan hamba-Nya sangatlah mudah. Banyak cara yang terjadi di alam semesta ini untuk mengakhiri kehidupan manusia. Coba kalian perhatikan cara Allah mematikan makhluknya, misalnya melalui musibah bencana banjir, tanah longsor, gunung meletus yang dapat mematikan puluhan orang, melalui gempa bumi yang mengakibatkan ratusan nyawa menghilang, melalui bencana tsunami yang dapat menelan korban ribuan manusia, dan berbagai kejadian musibah lain yang terjadi di bumi ini. Manusia tidak mampu menahan saat kematian tiba. Bahkan Allah juga berkehendak mematikan orang-orang yang sedang berolahraga. Kematian adalah milik Allah. Tak ada satupun makhluk yang bisa menahannya. Pada saatnya datang, maka datanglah.
Allah mematikan dan menghidupkan manusia agar mereka meningkatkan kehidupan yang lebih baik, merasakan kenikmatan hidup, dan berlomba-lomba dalam amal kebaikan.
Al-Ba'is (اَلْبَاعِثُ)
Apa kalian pernah melihat seseorang yang pingsan? Apa yang kalian lihat saat orang itu sadar dari pingsannya? Ayo, kalian renungkan! Ayo, ungkapkan pendapatmu!
Al-Ba'is berarti Allah Maha Membangkitkan. Allah yang akan membangkitkan semua manusia dari alam kubur. Allah akan menghidupkan kembali makhluk-makhluk-Nya yang telah mati. Al-Ba'is juga berarti Allah yang memberikan kekuatan untuk menggerakan benda-benda yang diam dan menampakkan benda-benda yang tersembunyi. Firman Allah dalam Q.S. Al-An'am/6: 60 yang artinya: "Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
Pernahkah kalian merasa kehilangan motivasi, sehingga merasa malas belajar. Namun tiba-tiba terasa memiliki semangat, bangkit dari rasa malas, bangkit dari rasa lelah. Itulah bukti bahwa Allah Maha membangkitkan jiwa manusia, Allah yang membangkitkan jiwa dengan ajaran yang benar, Allah yang membangkitkan optimisme untuk kesuksesan di masa akan datang.
Sebagai anak muslim harus mengambil keteladanan dari sifat Allah al-Ba'is. Keteladanan yang dimaksud yaitu:
- Meyakini kebenaran hari kebangkitan. Sehingga terbentuk sikap terpuji dan menyenangkan orang lain.
- Peduli untuk menghidupkan orang lain dengan mengajar ilmu yang bermanfaat untuk bekal dunia akhirat.
- Terbiasa menanamkan rasa percaya diri dan semangat juang kepada orang lain.
Nah, ayo lakukan! Jika ada temanmu yang malas segeralah bantu agar bangkit dan bersemangat.
Pesan yang terkandung dalam pembelajaran Asmaulhusna kali ini antara lain adalah:
- Manusia harus menyadari bahwa kekuatan, kehidupan dan kematian sepenuhnya berada di tangan Allah Swt (al-Qawiyyu, al-Muhyi, al-Mumit).
- Manusia harus terbiasa mandiri dan tidak menggantungkan diri kepada makhluk lain, sebagaimana keteladanan dari al-Qayyum.
- Manusia harus senantiasa optimis dan membangkitkan semangat diri maupun orang lain, sebagaimana keteladanan dari al-Ba'is.
Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ
Akhirul Kalam... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
.png)
.png)
.png)

