Rabu, 02 September 2026

Kamis, 03 September 2026 (Praktik Sholat Kelas V.A dan V.B)

     
Nama Guru      : Nurlena Agustina, S.Pd
Mapel                : Pendidikan Agama Islam (PAI)
Hari/Tgl             : Kamis, 03 September 2026
Fase/Kelas         : C / V.A dan V.B
Materi                : Praktik bacaan dan gerakan sholat
Pertemuan Ke- : 2


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

Tabiik Puunnn...

صباح الخير ... كيف حالكم؟

I Hope you will be fine and good 😊

Jangan lupa melafadzkan Basmallah dan membaca do'a!

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Sholih sholiha Bu Guru, bagaimana kabarnya? Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah Swt. Kita harus tetap semangat dalam mengikuti pembelajaran hari ini ya nak!... 😊

Baik, Ananda Sholih dan Sholiha Ibu Lena. Sebelum memulai pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada pagi hari ini, pastikan anak-anak sekalian sudah mendengarkan tausiah, melaksanakan salat Dhuha dan tadarus Al-Qur'an yaa…

Alhamdulillah... Hari ini kita dipertemukan kembali dalam keadaan sehat wal 'afiyat. Ibu guru ucapkan terima kasih banyak atas semangat serta antusias yang telah Ananda lakukan selama mengikuti pembelajaran PAI.

Pada pertemuan sebelumnya, anak-anak Bu Lena sudah belajar dan mengenal tentang bacaan dan gerakan salat. Kita sudah mengetahui bahwa salat merupakan ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh setiap umat Islam.

Nah, pada pertemuan kali ini kita akan mempraktikkan bacaan dan gerakan salat secara bersama-sama. Anak-anak tidak hanya harus hafal bacaannya, tetapi juga harus mengetahui gerakan salat yang benar dan tertib.

Pendidikan Agama Islam / Kelas V

Capaian Pembelajaran (CP) :
Peserta didik mampu mengenal dan mempraktikkan tata cara salat dengan benar serta membiasakan diri melaksanakan salat sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt.

Tujuan Pembelajaran (TP) :

  1. Peserta didik mampu menyebutkan urutan gerakan salat dengan benar.

  2. Peserta didik mampu melafalkan bacaan salat dengan baik dan benar.

  3. Peserta didik mampu mempraktikkan gerakan dan bacaan salat secara tertib.

  4. Peserta didik mampu menunjukkan sikap disiplin dan khusyuk dalam melaksanakan salat.

Materi Pokok :
Praktik Bacaan dan Gerakan Salat.

Model Pembelajaran/Metode :
Demonstrasi, praktik langsung, drill/latihan dan tanya jawab.

Media/Alat Peraga :
Video pembelajaran, gambar gerakan salat, perlengkapan salat, Buku Siswa PAI Kelas I dan LKPD.

Apersepsi :
Guru mengajukan pertanyaan sederhana kepada peserta didik:

"Anak-anak, siapa yang sudah melaksanakan salat Subuh pagi ini?"

"Ketika salat, gerakan pertama yang kita lakukan setelah berdiri adalah apa?"

"Apa yang kita baca ketika melakukan takbiratul ihram?"

Guru memberikan penguatan bahwa salat tidak hanya dilakukan dengan gerakan, tetapi juga harus disertai dengan bacaan yang benar.


☺ Materi Pembelajaran

Praktik Bacaan dan Gerakan Salat

Anak-anak sholih dan sholiha, salat adalah ibadah yang sangat penting bagi umat Islam. Salat merupakan salah satu kewajiban yang harus kita laksanakan.

Dalam melaksanakan salat, kita harus memperhatikan bacaan, gerakan, ketertiban, dan kekhusyukan.

Mari kita mengenal kembali urutan gerakan dan bacaan salat.

🕌 1. Berdiri Tegak dan Niat

Sebelum melaksanakan salat, kita harus berdiri dengan tegak dan menghadap kiblat.

Kemudian kita berniat melaksanakan salat karena Allah Swt.

🕌 2. Takbiratul Ihram

Angkat kedua tangan sejajar dengan telinga atau bahu, kemudian membaca:

اللهُ أَكْبَرُ

"Allahu Akbar"

Artinya: Allah Mahabesar.

Setelah itu, tangan diletakkan dengan posisi yang benar.

🕌 3. Membaca Doa Iftitah

Setelah takbiratul ihram, kita dapat membaca doa iftitah.

Salah satu bacaan yang dapat diajarkan kepada anak-anak adalah:

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا

Kemudian dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah.

🕌 4. Membaca Surah Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah wajib dibaca dalam salat.

Anak-anak harus membacanya dengan lancar dan memperhatikan makhraj serta panjang pendek bacaannya.

Setelah membaca Al-Fatihah, dapat dilanjutkan dengan membaca salah satu surah pendek yang sudah dihafalkan.

🕌 5. Rukuk

Setelah selesai membaca surah, kita melakukan rukuk.

Posisi badan membungkuk, punggung diusahakan lurus, kedua tangan memegang lutut.

Bacaan rukuk:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ

"Subhaana rabbiyal 'azhiim."

Artinya: Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung.

🕌 6. I'tidal

Setelah rukuk, kita berdiri kembali dengan tegak. Gerakan ini disebut i'tidal.

Bacaannya:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

"Sami'allahu liman hamidah."

Kemudian:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

"Rabbanaa wa lakal hamd."

Artinya: Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.

🕌 7. Sujud

Setelah i'tidal, kita melakukan sujud.

Ketika sujud, dahi dan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, serta ujung jari kaki menyentuh tempat sujud.

Bacaan sujud:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

"Subhaana rabbiyal a'laa."

Artinya: Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.

🕌 8. Duduk di antara Dua Sujud

Setelah sujud, kita duduk dengan tenang. Kemudian membaca:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ، وَارْحَمْنِيْ، وَاجْبُرْنِيْ، وَارْفَعْنِيْ، وَارْزُقْنِيْ، وَاهْدِنِيْ، وَعَافِنِيْ، وَاعْفُ عَنِّيْ

Untuk peserta didik kelas I, bacaan dapat dilatih secara bertahap sesuai kemampuan mereka.

🕌 9. Sujud Kedua

Setelah duduk di antara dua sujud, kita kembali melakukan sujud kedua.

Bacaan sujud:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

"Subhaana rabbiyal a'laa."

🕌 10. Duduk Tasyahud

Pada rakaat terakhir, kita duduk untuk membaca tasyahud akhir.

Peserta didik dilatih membaca tasyahud secara bertahap dan berulang-ulang agar semakin lancar.

🕌 11. Salam

Gerakan terakhir dalam salat adalah salam.

Kita menoleh ke kanan kemudian ke kiri sambil membaca:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

"Assalaamu'alaikum warahmatullaahi."

Artinya: Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.


🎥 Mari Kita Saksikan Video Pembelajaran!

Sebelum melakukan praktik, silakan anak-anak menyimak tayangan video tentang tata cara salat dan bacaan salat dengan baik.

Perhatikan setiap gerakan dan bacaan yang dicontohkan.

Setelah menyimak video, mari kita praktikkan bersama-sama! 😊


☺ Praktik Bersama

Sekarang anak-anak Bu Lena berdiri dengan rapi dan siapkan perlengkapan salat.

Mari kita praktikkan gerakan salat secara berurutan:

Berdiri → Takbiratul Ihram → Berdiri membaca Al-Fatihah → Rukuk → I'tidal → Sujud → Duduk di antara dua sujud → Sujud → Berdiri untuk rakaat berikutnya → Tasyahud → Salam.

Anak-anak mengikuti gerakan yang dicontohkan oleh Bu Guru.

Ingat ya nak!

🌷 Gerakan dilakukan dengan benar.
🌷 Bacaan dibaca dengan jelas.
🌷 Tidak bercanda ketika praktik salat.
🌷 Mengikuti urutan gerakan dengan tertib.
🌷 Menjaga kebersihan dan kesucian tempat salat.
🌷 Melaksanakan salat dengan khusyuk karena Allah Swt.

Setelah praktik bersama, Bu Guru akan meminta beberapa anak untuk mempraktikkan gerakan dan bacaan salat secara mandiri di depan kelas.

Jangan takut salah ya anak-anak. Kita belajar bersama-sama sampai bisa. Yang penting berani mencoba dan terus berlatih! 😊


📝 Tugas Post Test

Praktik Individu Bacaan dan Gerakan Salat

Ananda diminta mempraktikkan secara individu beberapa gerakan dan bacaan salat yang telah dipelajari.

Aspek yang dinilai:

  1. Ketepatan urutan gerakan salat.

  2. Ketepatan gerakan salat.

  3. Kelancaran bacaan salat.

  4. Ketepatan pelafalan bacaan.

  5. Sikap tertib dan khusyuk selama praktik.

Jangan lupa tetap berlatih di rumah bersama Ayah dan Bunda yaa… ❤️


Demikian pembelajaran kita hari ini. Alhamdulillah, anak-anak sudah belajar dan mempraktikkan bacaan serta gerakan salat.

Semoga setelah pembelajaran hari ini, anak-anak semakin lancar dalam membaca bacaan salat dan semakin benar dalam melakukan gerakan salat.

Jangan lupa untuk selalu melaksanakan salat lima waktu dan mengajak keluarga untuk salat bersama.

Salat adalah kewajiban kita sebagai umat Islam. Yuk, kita biasakan salat tepat waktu! 🕌❤️

Kita tutup pembelajaran hari ini dengan mengucapkan lafadz Hamdallah.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Akhirul Kalam...

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Selasa, 01 September 2026

Rabu, 02 September 2026 (Materi PAI Kelas I.A, I.B dan I.D)

    
Nama Guru       : Nurlena Agustina, S.Pd
Mapel                : Pendidikan Agama Islam (PAI)
Hari/Tgl            : Rabu, 02 September 2026
Fase/Kelas         : A / I.A, I.B dan I.D
Materi                : Mengenal Rukun Iman
Pertemuan Ke-  : 2


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

Tabiik Puunnn...

صباح الخير ...   كيف حالكم؟

I Hope you will be fine and good😊 

Jangan lupa melafadzkan Basmallah dan membaca do'a!

 بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Sholih sholiha bu guru bagaimana kabarnya? Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah Swt dan kita semua harus tetap semangat dalam pembelajaran ya nakk!...😊

Baik, Ananda Sholih dan Sholiha Ibu Lena Sebelum memulai pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada pagi hari ini, pastikan anak-anak sekalian sudah mendengarkan tausiah, melaksanakan sholat Dhuha dan tadarus Al-Qur'an yaa…

Alhamdulillah... Hari ini kita di pertemukan kembali dalam keadaan sehat wal 'afiyat. Ibu guru ucapkan terimakasih banyak atas semangat serta antusias yang telah ananda lakukan selama ini.

Okee, pada pertemuan sebelumnya anak-anak Bu Lena sudah sangat luar biasa dapat memahami materi tentang QS. Al-Fatihah, maka dari itu apa yang sudah kita pelajari jangan lupa untuk selalu kita hafal dan kita baca setiap kali melaksanakan salat ya nak.

Nah, pada pertemuan kali ini kita akan masuk ke Bab baru yaitu Bab 2 tentang Mengenal Rukun Iman.

Pendidikan Agama Islam / Kelas I

☺ Capaian Pembelajaran (CP) : Memahami rukun iman yang enam serta membiasakan sikap peduli dan suka bekerja sama sebagai cerminan keimanan.

☺ Tujuan Pembelajaran (TP) : Menjelaskan pengertian rukun iman dan menyebutkan macam-macam rukun iman dengan benar.

☺ Materi Pokok : Bab 2 – Mengenal Rukun Iman (Sub Bab A. Pengertian Rukun Iman)

☺ Model Pembelajaran/Metode : Demonstrasi dan hafalan

☺ Media/Alat Peraga : Video pembelajaran, musik edukasi, Buku Siswa PAI Kelas I dan Lkpd

☺ Apersepsi : Mengajukan pertanyaan sederhana kepada murid: "Anak-anak, coba lihat sekeliling kita. Ada matahari, ada pohon, ada hewan. Menurut ananda, siapa yang menciptakan semua itu?" (Siswa menjawab: Allah Swt.) "Betul sekali! Nah, percaya bahwa Allah Swt itu ada dan Dialah pencipta segalanya, itu disebut iman." Kemudian anak-anak diajak mengamati gambar ciptaan Allah Swt. yang ada di buku siswa.

☺ Materi Pembelajaran : A. Pengertian Rukun Iman

  Sebelum memulai ke dalam materi pembelajaran, silahkan anak-anak amati gambar di bawah ini

Dalam gambar di atas terdapat binatang. Siapakah yang menciptakan binatang? Apakah kalian percaya dengan sang pencipta? Tentu kita semua harus percaya. Karena percaya adalah pengertian dari Iman.

Sekarang perhatikan tayangan video dibawah ini!

Setelah menyimak tayangan video di atas, sekarang kita tahu apa pengertian dari Rukun Iman. Mari simak penjelasan di bawah ini

Pengertian Iman
Sebelumnya kita harus tahu apa itu "Iman", Iman menurut bahasa ialah Percaya/Yakin. 
Oleh sebab itu, kiita sebagai umat manusia harus percaya/yakin bahwa Allah swt adalah dzat yang menciptakan semua makhluk. Allah yang maha menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, langit, bumi, matahari dan lain sebagainya. Sedangkan menurut istilah, Iman ialah meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan. Maka dari itu, iman bukan hanya sekedar percaya saja, jika kita sudah beriman maka kita harus mengucapkan dengan lisan, bagaimana iman yang di ucapkan? Yaitu dengan melafalkan dua kalimat syahadat "assyhadualla Ilaha ilallah wa asyhaduanna Muhammadarrosulullah". Lalu setelah meyakini dalam hati dan mengucapkan dengan lisan, maka kita wajib untuk mengamalkan dengan perbuatan. Misalnya, mengerjakan sholat, puasa, zakat dan lain lain. 

Selanjutnya mari kita hafalkan macam rukun iman berikut ini

Rukun Iman :
1. Iman kepada Allah Swt
2. Iman kepada Malaikat
3. Iman kepada Kitab-Kitab
4. Iman kepada Nabi dan Rasul Allah
5. Iman kepada Hari Kiamat
6. Iman kepada Qodho dan Qodar

Agar lebih mudah untuk mengingatnya, mari kita menghafal sambil bernyanyi.
    Nah, anak-anak sholih dan sholiha, mari kita bersama-sama berikrar dalam hati: "Aku pasti hafal rukun iman!" Yuk kita hafalkan bersama-sama berulang-ulang sampai lancar ya nak.
    Tugas Post Test : Kerjakan modul LKPD PAI (soal Kuuji Kemampuanku Bab 2 bagian A) – memberi centang benar/salah pada pernyataan tentang pengertian iman, ciptaan Allah, dan jumlah rukun iman.
    Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Kita lanjutkan pembelajaran selanjutnya tentang "Beriman kepada Allah" di pertemuan yang akan datang. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

    اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

    Akhirul Kalam... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


     📌 Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran

    Berdasarkan hasil pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada materi Bab 2: Mengenal Rukun Iman – Pengertian Rukun Iman, peserta didik Fase A Kelas I telah mengikuti pembelajaran dengan baik, antusias, dan penuh semangat. Peserta didik mampu memahami pengertian iman, yaitu percaya atau yakin dalam hati, mengucapkan dengan lisan, serta mengamalkannya melalui perbuatan.

    Peserta didik juga mulai mampu mengenal dan menyebutkan enam rukun iman, yaitu iman kepada Allah Swt., malaikat, kitab-kitab Allah, nabi dan rasul, hari kiamat, serta qada dan qadar. Melalui kegiatan mengamati gambar, menyimak video, demonstrasi, dan menghafal sambil bernyanyi, peserta didik lebih mudah memahami dan mengingat materi yang diberikan.


     

    Senin, 31 Agustus 2026

    Selasa, 01 September 2026 (Mapel PAI Kelas V.A dan V.B)

                           
    Nama Guru       : Nurlena Agustina, S.Pd
    Mapel                : Pendidikan Agama Islam (PAI)
    Hari/Tgl            : Selasa, 01 September 2026
    Fase/Kelas         : C / V.A dan V.B
    Materi                : Mengenal Allah melalui Asmaul Husnah
    Pertemuan Ke-  : 2

    Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

    Tabiik Puunnn...

    صباح الخير ...   كيف حالكم؟

    I Hope you will be fine and good😊 

    Jangan lupa melafadzkan Basmallah dan membaca do'a!

     بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Ø Capaian Pembelajaran: Peserta didik mengenal Allah Swt. melalui asmaulhusna dan meneladani sifat-sifat-Nya dalam bentuk pembiasaan akhlak/perilaku terpuji sehari-hari, sebagai wujud keimanan kepada Allah Swt. - Menjelaskan dan meyakini beberapa asmaulhusna, iman kepada hari akhir, qadāʾ dan qadr.

    Ø Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menjelaskan hikmah mengenal asmaulhusna serta membiasakan perilaku terpuji sebagai cerminan pengamalan asmaulhusna dalam kehidupan sehari-hari.

    - Mindful (Berkesadaran) : Peserta didik dapat secara sadar menyimak kisah teladan tentang cinta seorang hamba kepada Allah Swt. dan merefleksikan sejauh mana dirinya sudah mengimani serta mengamalkan asmaulhusna dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

    - Meaningful (Bermakna) : Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan makna kisah tersebut dengan nilai-nilai akhlak terpuji, yaitu rendah hati, mandiri, bertanggung jawab atas kesalahan sekecil apa pun, dan pantang menyerah dalam belajar, sehingga memahami bahwa mengenal asmaulhusna bukan sekadar dihafalkan, tetapi menjadi pedoman hidup sehari-hari.

    - Joyful (Menyenangkan) : Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan melalui aktivitas individu menuliskan perilaku terpuji, serta aktivitas kelompok memasangkan nama asmaulhusna dengan makna perilakunya.

    Ø Alur Tujuan Pembelajaran:

    1. Mengingat kembali nama-nama Allah (asmaulhusna) yang sudah dipelajari sebelumnya.
    2. Menyimak dan merenungkan kisah teladan tentang cinta seorang hamba kepada Allah Swt.
    3. Menjelaskan hikmah/pesan yang terkandung dalam kisah tersebut.
    4. Menyebutkan perilaku-perilaku terpuji sebagai wujud pengamalan asmaulhusna.
    5. Menunjukkan perilaku terpuji yang sesuai dengan nilai-nilai asmaulhusna dalam kehidupan sehari-hari.

    📌 MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

    Ø Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

    Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajran, LKPD, gambar asmaulhusna, kartu nama asmaulhusna

    Bismillahirrahmanirrahim.

    Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 5! 💖 Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲 Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

    Anak-anak, pada pertemuan lalu kita sudah mengenal nama-nama indah Allah, yaitu asmaulhusna. Sekarang, mari kita pelajari bagaimana cara membuktikan bahwa kita sungguh-sungguh mencintai dan mengimani Allah lewat nama-nama-Nya itu, yaitu dengan membiasakan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari. 😊

    Kisah Penyejuk Hati

    Abu Hurairah menceritakan bahwa dahulu ada seorang laki-laki saleh yang hendak mengunjungi saudaranya di desa yang jauh dari tempat tinggalnya.
    Allah pun mengutus malaikat untuk mengawalnya. Ketika sampai di hadapan laki-laki tersebut, malaikat bertanya, "Mau pergi ke mana wahai hamba Allah?"
    Ia menjawab, "Mau mengunjungi saudara saya di desa."
    "Apakah kamu membawa perbekalan?"
    "Tidak, tetapi saya melakukan ini karena cinta saya kepada Allah. Saya mencintai saudara ini karena cintaku kepada Allah."
    Malaikat itu berkata, "Sesungguhnya Allah telah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu."

    Sumber: Anas Ismail Abu Daud, Dalilu As sailin Ensiklopedi Dakwah, Munirun Abidin dan Fuad Eefendi, Malang: al Qoyyim, 2004

    Begitulah contoh kisah mencintai Allah. Bagaimana dengan kalian? 🤔

    Perilaku Terpuji sebagai Wujud Mengimani Asmaulhusna

    Mengenal nama-nama Allah membuat kita semakin mencintai-Nya. Semakin kita mempelajarinya, semakin cinta pula kita kepada Allah. Dengan mencintai Allah, kita akan sungguh-sungguh melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ayo, kita praktikkan nilai-nilai akhlak terpuji berikut dalam kehidupan sehari-hari:

    • 🌱 Rendah hati dan menjauhi kesombongan agar hati menjadi lapang dan tidak mudah marah.
    • 🙌 Mandiri dalam beraktivitas, tidak bergantung kepada manusia, dan rajin beribadah saat menghadapi masalah.
    • ⚖️ Bertanggung jawab, menyadari bahwa hidup kita akan dipertanggungjawabkan di sisi Allah, sehingga tidak menyepelekan kesalahan sekecil apa pun.
    • 💪 Pantang menyerah, bersemangat dalam belajar dan tidak mudah putus asa, karena kesuksesan dimulai dari sekarang.

    Sekarang perhatikan video berikut ini!


    Aktivitasku

    Tuliskan perilaku terpuji yang akan kalian lakukan sebagai bukti mengimani asmaulhusna!

    Aktivitas Kelompok

    1. Buat kelompok terdiri dari 4 sampai 5 orang.
    2. Masing-masing kelompok menulis nama ketua dan anggota.
    3. Setiap kelompok mendapatkan satu nama asmaulhusna.
    4. Kemudian setiap anak menyebutkan satu makna perilaku yang sesuai dengan asmaulhusna tersebut.
    5. Kemudian tempelkan pada kertas atau media lain yang mudah.


    Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

     اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

    Akhirul Kalam... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

     📌 Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran

    Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti berlangsung dengan baik dan peserta didik cukup antusias mengikuti kegiatan. Dari 29 peserta didik yang hadir, sebagian besar sudah mampu memahami hikmah kisah dan menyebutkan perilaku terpuji sebagai wujud mengimani asmaulhusna. Namun, terdapat 2 peserta didik yang masih memerlukan bimbingan tambahan dalam mengaitkan nama asmaulhusna dengan makna perilakunya, sehingga guru memberikan pendampingan melalui contoh sikap sehari-hari. Secara keseluruhan, peserta didik menunjukkan perkembangan yang baik dalam memahami dan membiasakan perilaku terpuji sebagai bentuk pengamalan asmaulhusna dalam kehidupan sehari-hari.

    Minggu, 30 Agustus 2026

    Senin, 31 Agustus 2026 (Materi PAI Kelas I.C dan I.D

        
    Nama Guru       : Nurlena Agustina, S.Pd
    Mapel                : Pendidikan Agama Islam (PAI)
    Hari/Tgl            : Senin, 31 Agustus 2026
    Fase/Kelas         : A / I.C dan I.D
    Materi                : Mengenal Rukun Iman
    Pertemuan Ke-  : 2


    Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

    Tabiik Puunnn...

    صباح الخير ...   كيف حالكم؟

    I Hope you will be fine and good😊 

    Jangan lupa melafadzkan Basmallah dan membaca do'a!

     بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Sholih sholiha bu guru bagaimana kabarnya? Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah Swt dan kita semua harus tetap semangat dalam pembelajaran ya nakk!...😊

    Baik, Ananda Sholih dan Sholiha Ibu Lena Sebelum memulai pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada pagi hari ini, pastikan anak-anak sekalian sudah mendengarkan tausiah, melaksanakan sholat Dhuha dan tadarus Al-Qur'an yaa…

    Alhamdulillah... Hari ini kita di pertemukan kembali dalam keadaan sehat wal 'afiyat. Ibu guru ucapkan terimakasih banyak atas semangat serta antusias yang telah ananda lakukan selama ini.

    Okee, pada pertemuan sebelumnya anak-anak Bu Lena sudah sangat luar biasa dapat memahami materi tentang QS. Al-Fatihah, maka dari itu apa yang sudah kita pelajari jangan lupa untuk selalu kita hafal dan kita baca setiap kali melaksanakan salat ya nak.

    Nah, pada pertemuan kali ini kita akan masuk ke Bab baru yaitu Bab 2 tentang Mengenal Rukun Iman.

    Pendidikan Agama Islam / Kelas I

    ☺ Capaian Pembelajaran (CP) : Memahami rukun iman yang enam serta membiasakan sikap peduli dan suka bekerja sama sebagai cerminan keimanan.

    ☺ Tujuan Pembelajaran (TP) : Menjelaskan pengertian rukun iman dan menyebutkan macam-macam rukun iman dengan benar.

    ☺ Materi Pokok : Bab 2 – Mengenal Rukun Iman (Sub Bab A. Pengertian Rukun Iman)

    ☺ Model Pembelajaran/Metode : Demonstrasi dan hafalan

    ☺ Media/Alat Peraga : Video pembelajaran, musik edukasi, Buku Siswa PAI Kelas I dan Lkpd

    ☺ Apersepsi : Mengajukan pertanyaan sederhana kepada murid: "Anak-anak, coba lihat sekeliling kita. Ada matahari, ada pohon, ada hewan. Menurut ananda, siapa yang menciptakan semua itu?" (Siswa menjawab: Allah Swt.) "Betul sekali! Nah, percaya bahwa Allah Swt itu ada dan Dialah pencipta segalanya, itu disebut iman." Kemudian anak-anak diajak mengamati gambar ciptaan Allah Swt. yang ada di buku siswa.

    ☺ Materi Pembelajaran : A. Pengertian Rukun Iman

      Sebelum memulai ke dalam materi pembelajaran, silahkan anak-anak amati gambar di bawah ini

    Dalam gambar di atas terdapat binatang. Siapakah yang menciptakan binatang? Apakah kalian percaya dengan sang pencipta? Tentu kita semua harus percaya. Karena percaya adalah pengertian dari Iman.

    Sekarang perhatikan tayangan video dibawah ini!

    Setelah menyimak tayangan video di atas, sekarang kita tahu apa pengertian dari Rukun Iman. Mari simak penjelasan di bawah ini

    Pengertian Iman
    Sebelumnya kita harus tahu apa itu "Iman", Iman menurut bahasa ialah Percaya/Yakin. 
    Oleh sebab itu, kiita sebagai umat manusia harus percaya/yakin bahwa Allah swt adalah dzat yang menciptakan semua makhluk. Allah yang maha menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, langit, bumi, matahari dan lain sebagainya. Sedangkan menurut istilah, Iman ialah meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan. Maka dari itu, iman bukan hanya sekedar percaya saja, jika kita sudah beriman maka kita harus mengucapkan dengan lisan, bagaimana iman yang di ucapkan? Yaitu dengan melafalkan dua kalimat syahadat "assyhadualla Ilaha ilallah wa asyhaduanna Muhammadarrosulullah". Lalu setelah meyakini dalam hati dan mengucapkan dengan lisan, maka kita wajib untuk mengamalkan dengan perbuatan. Misalnya, mengerjakan sholat, puasa, zakat dan lain lain. 

    Selanjutnya mari kita hafalkan macam rukun iman berikut ini

    Rukun Iman :
    1. Iman kepada Allah Swt
    2. Iman kepada Malaikat
    3. Iman kepada Kitab-Kitab
    4. Iman kepada Nabi dan Rasul Allah
    5. Iman kepada Hari Kiamat
    6. Iman kepada Qodho dan Qodar

    Agar lebih mudah untuk mengingatnya, mari kita menghafal sambil bernyanyi.
      Nah, anak-anak sholih dan sholiha, mari kita bersama-sama berikrar dalam hati: "Aku pasti hafal rukun iman!" Yuk kita hafalkan bersama-sama berulang-ulang sampai lancar ya nak.
      Tugas Post Test : Kerjakan modul LKPD PAI (soal Kuuji Kemampuanku Bab 2 bagian A) – memberi centang benar/salah pada pernyataan tentang pengertian iman, ciptaan Allah, dan jumlah rukun iman.
      Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Kita lanjutkan pembelajaran selanjutnya tentang "Beriman kepada Allah" di pertemuan yang akan datang. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

      اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

      Akhirul Kalam... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

       📌 Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran

      Berdasarkan hasil pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada materi Bab 2: Mengenal Rukun Iman – Pengertian Rukun Iman, peserta didik Fase A Kelas I telah mengikuti pembelajaran dengan baik, antusias, dan penuh semangat. Peserta didik mampu memahami pengertian iman, yaitu percaya atau yakin dalam hati, mengucapkan dengan lisan, serta mengamalkannya melalui perbuatan.

      Peserta didik juga mulai mampu mengenal dan menyebutkan enam rukun iman, yaitu iman kepada Allah Swt., malaikat, kitab-kitab Allah, nabi dan rasul, hari kiamat, serta qada dan qadar. Melalui kegiatan mengamati gambar, menyimak video, demonstrasi, dan menghafal sambil bernyanyi, peserta didik lebih mudah memahami dan mengingat materi yang diberikan.


      Kamis, 27 Agustus 2026

      Jum'at, 28 Agustus 2026 (Materi PAI Kels I.A dan I.B)

         

      Hari/Tgl            : Jum'at, 28 Agustus 2026
      Nama Guru       : Nurlena Agustina, S.Pd
      Fase/Kelas         : A / I.A dan I.B
      Mapel                : Pendidikan Agama Islam (PAI)


      Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

      الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

      Tabiik Puunnn...

      صباح الخير ...   كيف حالكم؟

      I Hope you will be fine and good😊 

      Jangan lupa melafadzkan Basmallah dan membaca do'a!

       بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

      Sholih sholiha bu guru bagaimana kabarnya? Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah Swt dan kita semua harus tetap semangat dalam pembelajaran ya nakk!...😊

      Baik, Ananda Sholih dan Sholiha Ibu Lena Sebelum memulai pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada pagi hari ini, pastikan anak-anak sekalian sudah mendengarkan tausiah, melaksanakan sholat Dhuha dan tadarus Al-Qur'an yaa…

      Alhamdulillah... Hari ini kita di pertemukan kembali dalam keadaan sehat wal 'afiyat. Ibu guru ucapkan terimakasih banyak atas semangat serta antusias yang telah ananda lakukan selama ini.

      Okee, pada pertemuan sebelumnya anak-anak Bu Lena sudah sangat luar biasa dapat memahami materi tentang QS. Al-Fatihah, maka dari itu apa yang sudah kita pelajari jangan lupa untuk selalu kita hafal dan kita baca setiap kali melaksanakan salat ya nak.

      Nah, pada pertemuan kali ini kita akan masuk ke Bab baru yaitu Bab 2 tentang Mengenal Rukun Iman.

      Pendidikan Agama Islam / Kelas I

      ☺ Capaian Pembelajaran (CP) : Memahami rukun iman yang enam serta membiasakan sikap peduli dan suka bekerja sama sebagai cerminan keimanan.

      ☺ Tujuan Pembelajaran (TP) : Menjelaskan pengertian rukun iman dan menyebutkan macam-macam rukun iman dengan benar.

      ☺ Materi Pokok : Bab 2 – Mengenal Rukun Iman (Sub Bab A. Pengertian Rukun Iman)

      ☺ Model Pembelajaran/Metode : Demonstrasi dan hafalan

      ☺ Media/Alat Peraga : Video pembelajaran, musik edukasi, Buku Siswa PAI Kelas I dan Lkpd

      ☺ Apersepsi : Mengajukan pertanyaan sederhana kepada murid: "Anak-anak, coba lihat sekeliling kita. Ada matahari, ada pohon, ada hewan. Menurut ananda, siapa yang menciptakan semua itu?" (Siswa menjawab: Allah Swt.) "Betul sekali! Nah, percaya bahwa Allah Swt itu ada dan Dialah pencipta segalanya, itu disebut iman." Kemudian anak-anak diajak mengamati gambar ciptaan Allah Swt. yang ada di buku siswa.

      ☺ Materi Pembelajaran : A. Pengertian Rukun Iman

        Sebelum memulai ke dalam materi pembelajaran, silahkan anak-anak amati gambar di bawah ini

      Dalam gambar di atas terdapat binatang. Siapakah yang menciptakan binatang? Apakah kalian percaya dengan sang pencipta? Tentu kita semua harus percaya. Karena percaya adalah pengertian dari Iman.

      Sekarang perhatikan tayangan video dibawah ini!

      Setelah menyimak tayangan video di atas, sekarang kita tahu apa pengertian dari Rukun Iman. Mari simak penjelasan di bawah ini

      Pengertian Iman
      Sebelumnya kita harus tahu apa itu "Iman", Iman menurut bahasa ialah Percaya/Yakin. 
      Oleh sebab itu, kiita sebagai umat manusia harus percaya/yakin bahwa Allah swt adalah dzat yang menciptakan semua makhluk. Allah yang maha menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, langit, bumi, matahari dan lain sebagainya. Sedangkan menurut istilah, Iman ialah meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan. Maka dari itu, iman bukan hanya sekedar percaya saja, jika kita sudah beriman maka kita harus mengucapkan dengan lisan, bagaimana iman yang di ucapkan? Yaitu dengan melafalkan dua kalimat syahadat "assyhadualla Ilaha ilallah wa asyhaduanna Muhammadarrosulullah". Lalu setelah meyakini dalam hati dan mengucapkan dengan lisan, maka kita wajib untuk mengamalkan dengan perbuatan. Misalnya, mengerjakan sholat, puasa, zakat dan lain lain. 

      Selanjutnya mari kita hafalkan macam rukun iman berikut ini

      Rukun Iman :
      1. Iman kepada Allah Swt
      2. Iman kepada Malaikat
      3. Iman kepada Kitab-Kitab
      4. Iman kepada Nabi dan Rasul Allah
      5. Iman kepada Hari Kiamat
      6. Iman kepada Qodho dan Qodar

      Agar lebih mudah untuk mengingatnya, mari kita menghafal sambil bernyanyi.

      Nah, anak-anak sholih dan sholiha, mari kita bersama-sama berikrar dalam hati: "Aku pasti hafal rukun iman!" Yuk kita hafalkan bersama-sama berulang-ulang sampai lancar ya nak.

      Tugas Post Test : Kerjakan modul LKPD PAI (soal Kuuji Kemampuanku Bab 2 bagian A) – memberi centang benar/salah pada pernyataan tentang pengertian iman, ciptaan Allah, dan jumlah rukun iman.

      Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Kita lanjutkan pembelajaran selanjutnya tentang "Beriman kepada Allah" di pertemuan yang akan datang. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

      اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

      Akhirul Kalam... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


      Rabu, 26 Agustus 2026

      Kamis, 27 Agustus 2026 (Materi PAI Kelas V.A dan V.B)

        

                             

      Hari/Tgl            : Kamis, 27 Agustus 2026
      Nama Guru      : Nurlena Agustina, S.Pd
      Fase/Kelas         : C / V.A dan V.B
      Mapel                : Pendidikan Agama Islam (PAI)


      Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

      الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

      Tabiik Puunnn...

      صباح الخير ...   كيف حالكم؟

      I Hope you will be fine and good😊 

      Jangan lupa melafadzkan Basmallah dan membaca do'a!

       بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

      Sholih sholiha bu guru bagaimana kabarnya? Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah Swt dan kita semua harus tetap semangat dalam pembelajaran ya nakk!...😊 Baik, Ananda Sholih dan Sholiha Ibu Lena Sebelum memulai pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada pagi hari ini, pastikan anak-anak sekalian sudah mendengarkan tausiah, melaksanakan sholat Dhuha dan tadarus Al-Qur'an yaa…

      Alhamdulillah... Hari ini kita di pertemukan kembali dalam keadaan sehat wal 'afiyat. Okee, pada pertemuan sebelumnya anak-anak Bu Lena sudah sangat luar biasa telah menyelesaikan pembelajaran Bab 1 tentang Menyayangi Anak Yatim, sekarang kita akan memasuki Bab baru yaitu Bab 2 "Lebih Dekat dengan Nama-Nama Allah" pada sub bab A yaitu Ayo Mengenal Allah Swt. melalui Asmaulhusna. Untuk itu setelah pembelajaran berlalu, kita semua jangan lupa untuk mengamalkan materi yang sudah kita pelajari, supaya kita akan mendapatkan pahala dari Allah Swt... Aamiin ya robbal'alamiin.

      Pendidikan Agama Islam / Kelas V

      ☺ Capaian Pembelajaran (CP) : Meyakini adanya Allah Swt melalui nama-nama Allah yang baik (asmaulhusna) dan mengenal makna al-Qawiyyu, al-Qayyum, al-Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'is.

      ☺ Tujuan Pembelajaran (TP) :

      1. Meyakini asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyum, al-Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'is.
      2. Menjelaskan makna asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyum, al-Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'is.
      3. Mengungkap nilai-nilai akhlak terpuji sebagai bukti keyakinan kepada asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyum, al-Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'is.

      ☺ Materi Pokok : Ayo Mengenal Allah Swt. melalui Asmaulhusna

      ☺ Model Pembelajaran/Metode : Ceramah interaktif, Tanya Jawab, dan Diskusi

      ☺ Media/Alat Peraga : Poster Asmaulhusna, Mushaf Al-Qur'an

      ☺ Apersepsi : Mengajukan pertanyaan sederhana kepada murid tentang kehidupan sehari-hari: "Anak-anak, pernahkah kalian mendengar ungkapan 'tak kenal maka tak sayang'? Menurut kalian, apakah kita sudah benar-benar mengenal Allah Swt? Coba sebutkan, adakah manusia yang paling kuat di dunia ini? Bisakah manusia hidup sendiri tanpa bantuan orang lain?" Kemudian anak-anak diajak untuk memperhatikan poster Asmaulhusna yang digunakan untuk memperoleh informasi dari pertanyaan tersebut.

      ☺ Materi Pembelajaran : Ayo Mengenal Allah Swt. melalui Asmaulhusna

      Sebelum memulai ke dalam materi pembelajaran, silahkan anak-anak terlebih dahulu perhatikan poster Asmaulhusna di bawah ini!

      A. Ayo Mengenal Allah Swt. melalui Asmaulhusna

      Kalian pasti sering mendengar ungkapan "tak kenal maka tak sayang". Sebuah ungkapan yang sering disampaikan saat berkenalan dengan orang yang lebih banyak. Memang benar semakin kita mengenali orang tersebut kita semakin tahu apa yang diperbuat, dikatakan bahkan dirasakan. Seperti kalian mengenali orang tua kalian, pastilah kalian sangat mengenal sehingga selalu berbuat baik untuknya.
      
      Anak saleh harus dekat dengan Allah dan harus mengenal lebih dekat kepada Allah. Salah satunya dengan cara mengenal lebih dekat nama-nama Allah. Semakin kalian mengenali Allah maka kalian akan semakin dekat dengan Allah. Diharapkan semakin kuat mendekati Allah dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya maka juga semakin jauh meninggalkan larangan Allah.
      
      Nama-nama indah Allah, semuanya mengacu kepada sifat-sifat-Nya. Nama-nama indah inilah yang dikenal dengan nama asmaulhusna. Nama-nama indah ini dinyatakan Allah di dalam Al-Qur'an, antara lain dalam surah al-A'raf ayat 180 yang artinya: "Dan Allah memiliki Asma'ul-husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (Q.S. al-A'raf/7:180)
      
      Ayat tersebut meyakinkan kepada kita akan nama-nama indah Allah, dan kita bisa menyebut kapanpun agar kita selalu ingat akan kekuasaan-Nya. Namun kita tidak bisa menggunakan nama Allah pada saat ibadah yang telah ditentukan seperti dalam salat. Tetap saja kalian menggunakan Allahu Akbar dan tidak bisa diganti dengan ar-Rahmanu Akbar atau ar-Rahimu Akbar, dan sebagainya.
      
      Nama-nama indah Allah juga terdapat di dalam Q.S. al-Hasr/59: 24, "Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." (Q.S. al-Hasr/59:24)
      
      Adapun pada pelajaran ini akan membahas lima asmaulhusna, yaitu al-Qawiyyu, al-Qayyum, al-Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'is.
      
      1. Al-Qawiyyu (اَلْقَوِيُ)

        Menurut kalian siapakah manusia terkuat di Indonesia? Nah, jika sudah menemukan jawabannya, apakah ada orang lain yang lebih kuat? Mampukah dia mengangkat beban dengan berat 100 kg, atau mampukah dia mengangkat sebuah mobil? Ternyata kekuatan manusia sangat terbatas. Lalu siapa yang kekuatannya tidak terbatas?

        Dialah Allah yang Maha Kuat dan tidak satu makhlukpun yang mampu mengalahkan-Nya. Dialah Allah al-Qawiyyu yang memiliki kekuatan di atas segalanya. Dengan kekuatannya Dia mengawasi dan mengatur segala sesuatu yang telah diciptakan. Allah memiliki kekuatan untuk menghancurkan dan membangun kembali apa yang telah luluh lantak. Allah juga memiliki kekuatan yang Maha dahsyat, hingga menghancurkan kekuatan yang disombongkan oleh mahluknya, seperti kekuatan Fir'aun sebagaimana firman Allah dalam Q.S. al-Anfal/8: 52 yang artinya: "(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang sebelum mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sungguh, Allah Mahakuat lagi sangat keras siksa-Nya."

        Sungguh Allah memiliki kekuatan yang tidak terbatas. Kekuatan Allah menunjukkan bahwa manusia di hadapan Allah sangat lemah. Karena itu manusia tidak pantas membanggakan dirinya. Sehebat apapun dan sekuat apapun manusia tidak pantas untuk sombong. Karena kesombongan akan menghancurkan diri sendiri.

        Sebagai anak saleh harus meyakini bahwa kekuatan yang dimiliki manusia adalah pemberian dari Allah. Nah, untuk membuktikan keyakinan kepada Allah yang memiliki sifat al-Qawiyyu kalian harus meneladani. Seperti dalam pesan Rasulullah Saw. bahwa "mukmin yang kuat lebih disenangi daripada mukmin yang lemah." Adapun contoh-contoh lain adalah sebagai berikut:

        1. Jika memiliki kekuatan berupa kecukupan harta maka bantulah yang lemah atau miskin;
        2. Tidak memamerkan dan menunjukkan kekuatan harta di hadapan orang miskin;
        3. Jika memiliki ilmu maka amalkanlah dan tidak memamerkan ilmu di hadapan orang yang rendah hati.
      2. Al-Qayyum (اَلْقَيُّوْمُ)

        Pernahkah kalian mengalami kesulitan? Apa yang kalian rasakan? Tentu ingin minta tolong, kan? Coba ceritakan pengalaman kalian mempersiapkan perlengkapan sekolah! Apakah kalian merasa kesulitan? Apakah masih dibantu orang tua?

        Ternyata kita masih mengalami kesulitan dan membutuhkan orang lain. Itulah sifat manusia sedangkan Allah Sang Pencipta melakukan segalanya sendiri tanpa bantuan dari manapun.

        Allah memiliki nama al-Qayyum yang artinya Allah Swt. berdiri sendiri dan tidak membutuhkan bantuan makhluk-Nya. Allah yang mengurus dan mengatur segala sesuatu yang menjadi kebutuhan makhluk-Nya, sebagaimana firman-Nya, "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)." (Q.S. Ali 'Imran/3: 2)

        Dialah Allah yang memerintahkan makhluk-Nya untuk taat kepada-Nya. Adanya malaikat yang melaksanakan perintah Allah bukan karena Allah membutuhkan bantuan. Akan tetapi, hal itu menunjukkan kekuasaan Allah atas malaikat dan semua makhluk. Sudah sepantasnya semua makhluk tunduk terhadap perintah-Nya.

        Al-Qayyum juga berarti Allah yang mengurus seluruh alam raya ini sendiri dan tidak membutuhkan apa pun dari makhluk-Nya. Dia yang menegakkan bumi dan langit, membuat bumi dan bulan mengitari matahari, menciptakan langit yang berdiri kokoh tanpa tiang, dan mengurus kebutuhan seluruh makhluk hidup-Nya. Semua dilakukan tanpa meminta bantuan kepada siapa pun. Allah berfirman dalam Q.S. al-Baqarah/2: 255 yang artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi."

        Sifat ini memberikan keteladanan kepada kita, di antaranya adalah sebagai berikut:

        1. Tidak menggantungkan hidup kepada orang lain. Anak muslim terbiasa memenuhi kebutuhan pribadi secara mandiri, seperti merapikan tempat tidur, menyiapkan peralatan sekolah, menyiapkan pakaian sekolah, dan sebagainya.
        2. Memiliki keterampilan untuk kebutuhan diri sendiri. Kalian harus memiliki keterampilan untuk hidup mandiri, seperti terampil bersepeda, terampil membersihkan dan merapikan rumah, dan menjaga kesehatan.
        3. Memiliki kepedulian kepada orang lain. Anak muslim harus gemar dan terbiasa membantu orang lain. Jika ada yang terkena musibah, hatinya bergetar, tangan dan raganya tergerak untuk membantu.
      3. Al-Muhyi (اَلْمُحْيِ)

        Pernahkah kalian melihat sawah yang kering? Rerumputan yang kering dan mati? Dan mengapa saat ada hujan sawah yang kering menjadi subur? Ayo, pikirkan mengapa rumput yang telah mati menjadi hidup kembali? Siapa yang menghidupkan semua itu?

        Dialah Allah Swt. yang memiliki sifat al-Muhyi, artinya Maha Menghidupkan. Dialah Allah yang memberi kehidupan kepada seluruh makhluk-Nya. Firman Allah Swt. dalam Q.S. ar-Rum/30: 50 yang artinya: "Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

        Ayat tersebut menunjukkan bahwa Dialah Allah yang Maha menghidupkan segalanya. Allah juga akan menghidupkan kembali manusia yang telah mati dan membangkitkannya kelak di akhirat. Termasuk badan kalian bisa bergerak dengan leluasa, semua karena kekuasaan Allah.

        Sebagai anak saleh tentunya bisa mengambil pelajaran dari sifat ini. Di antaranya agar bangkit dan termotivasi untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Ayo, perhatikan di lingkungan sekitar. Pernahkah kalian melihat ada musibah? Atau pernahkah melihat sebuah kecelakaan? Tentu peristiwa ini tak ingin menimpa kita dan tidak kita kehendaki. Namun di balik musibah ada orang-orang yang Allah selamatkan, sehingga dia kembali hidup dan menikmati kehidupan. Allah mematikan dan menghidupkan manusia agar mereka meningkatkan kehidupan yang lebih baik, merasakan kenikmatan hidup, dan berlomba-lomba dalam amal kebaikan.

      4. Al-Mumit (اَلْمُمِيْتُ)

        Pernahkah kalian menyaksikan seseorang yang meninggal? Apakah seseorang yang meninggal selalu berusia tua atau muda atau mungkin masih anak-anak? Ungkapkan pengalaman kalian menyaksikan peristiwa itu!

        Ternyata semua yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Dialah Allah yang Maha Mematikan atau al-Mumit. Allah yang menakdirkan kematian bagi makhluk yang ditetapkan kematian, Allah juga yang mematikan dengan menahan nyawa, bagai jasad yang dikehendaki. Sebagaimana firman Allah yang artinya, "Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir." (Q.S. az-Zumar/39: 42)

        Kematian pasti akan datang. Karena itu tidak perlu takut menghadapinya. Namun kita perlu mempersiapkannya. Kematian adalah gerbang menuju kebahagiaan abadi. Jika ingin bahagia, maka kita harus mengikuti perintah Allah dan rasul-Nya. Misalnya, rajin salat, rajin membaca Al-Qur'an, hormat kepada orang tua dan guru, senang mendamaikan, besikap ramah penuh kasih sayang dan sikap terpuji lainya. Kemudian, jauhi yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya, misalnya mencuri, berkelahi, mencemooh, menggunjing, menyakiti orang lain, dan sebagainya.

        Tahukah kalian, manusia akan mengalami dua kali kematian dan dua kali kehidupan. Kematian pertama adalah saat manusia belum ada di alam raya ini. Setelah itu Allah ciptakan kita untuk menjalani hidup di dunia dan ini disebut kehidupan pertama. Setelah itu, manusia akan mengalami kematian kedua yaitu saat roh manusia dicabut Allah. Kemudian Allah membangkitkan manusia dari alam barzakh dan ini disebut kehidupan kedua. Firman Allah dalam Al-Qur'an surah Gafir/40:11 yang artinya: "Mereka menjawab, Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)."

        Allah berkehendak untuk mematikan makhluk-Nya. Bagi Allah mematikan hamba-Nya sangatlah mudah. Banyak cara yang terjadi di alam semesta ini untuk mengakhiri kehidupan manusia. Coba kalian perhatikan cara Allah mematikan makhluknya, misalnya melalui musibah bencana banjir, tanah longsor, gunung meletus yang dapat mematikan puluhan orang, melalui gempa bumi yang mengakibatkan ratusan nyawa menghilang, melalui bencana tsunami yang dapat menelan korban ribuan manusia, dan berbagai kejadian musibah lain yang terjadi di bumi ini. Manusia tidak mampu menahan saat kematian tiba. Bahkan Allah juga berkehendak mematikan orang-orang yang sedang berolahraga. Kematian adalah milik Allah. Tak ada satupun makhluk yang bisa menahannya. Pada saatnya datang, maka datanglah.

        Allah mematikan dan menghidupkan manusia agar mereka meningkatkan kehidupan yang lebih baik, merasakan kenikmatan hidup, dan berlomba-lomba dalam amal kebaikan.

      5. Al-Ba'is (اَلْبَاعِثُ)

        Apa kalian pernah melihat seseorang yang pingsan? Apa yang kalian lihat saat orang itu sadar dari pingsannya? Ayo, kalian renungkan! Ayo, ungkapkan pendapatmu!

        Al-Ba'is berarti Allah Maha Membangkitkan. Allah yang akan membangkitkan semua manusia dari alam kubur. Allah akan menghidupkan kembali makhluk-makhluk-Nya yang telah mati. Al-Ba'is juga berarti Allah yang memberikan kekuatan untuk menggerakan benda-benda yang diam dan menampakkan benda-benda yang tersembunyi. Firman Allah dalam Q.S. Al-An'am/6: 60 yang artinya: "Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."

        Pernahkah kalian merasa kehilangan motivasi, sehingga merasa malas belajar. Namun tiba-tiba terasa memiliki semangat, bangkit dari rasa malas, bangkit dari rasa lelah. Itulah bukti bahwa Allah Maha membangkitkan jiwa manusia, Allah yang membangkitkan jiwa dengan ajaran yang benar, Allah yang membangkitkan optimisme untuk kesuksesan di masa akan datang.

        Sebagai anak muslim harus mengambil keteladanan dari sifat Allah al-Ba'is. Keteladanan yang dimaksud yaitu:

        1. Meyakini kebenaran hari kebangkitan. Sehingga terbentuk sikap terpuji dan menyenangkan orang lain.
        2. Peduli untuk menghidupkan orang lain dengan mengajar ilmu yang bermanfaat untuk bekal dunia akhirat.
        3. Terbiasa menanamkan rasa percaya diri dan semangat juang kepada orang lain.

        Nah, ayo lakukan! Jika ada temanmu yang malas segeralah bantu agar bangkit dan bersemangat.

      Pesan yang terkandung dalam pembelajaran Asmaulhusna kali ini antara lain adalah:

      1. Manusia harus menyadari bahwa kekuatan, kehidupan dan kematian sepenuhnya berada di tangan Allah Swt (al-Qawiyyu, al-Muhyi, al-Mumit).
      2. Manusia harus terbiasa mandiri dan tidak menggantungkan diri kepada makhluk lain, sebagaimana keteladanan dari al-Qayyum.
      3. Manusia harus senantiasa optimis dan membangkitkan semangat diri maupun orang lain, sebagaimana keteladanan dari al-Ba'is.

      Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

      Akhirul Kalam... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


      Kesimpulan : 

      Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat memahami dan mengetahui arti Asmaul Husna, yaitu Al-Qawiyyu, Al-Qayyum, Al-Muhyi, Al-Mumit, dan Al-Ba'its. Peserta didik memahami bahwa Al-Qawiyyu berarti Allah Maha Kuat, Al-Qayyum berarti Allah Maha Berdiri Sendiri dan mengurus seluruh makhluk-Nya, Al-Muhyi berarti Allah Maha Menghidupkan, Al-Mumit berarti Allah Maha Mematikan, dan Al-Ba'its berarti Allah Maha Membangkitkan.

      Melalui pemahaman tersebut, peserta didik diharapkan dapat meningkatkan keimanan kepada Allah Swt., menyadari kekuasaan dan kebesaran-Nya, serta menerapkan sikap yang sesuai dalam kehidupan sehari-hari, seperti bersyukur, berserah diri kepada Allah, menjaga kehidupan, berbuat baik, dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.

      Selasa, 25 Agustus 2026

      Rabu, 26 Agustus 2026 (Materi PAI Kelas V.A dan V.B)

                             

      Hari/Tgl            : Rabu, 26 Agustus 2026
      Nama Guru      : Nurlena Agustina, S.Pd
      Fase/Kelas         : C / V.A dan V.B
      Mapel                : Pendidikan Agama Islam (PAI)


      Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

      الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

      Tabiik Puunnn...

      صباح الخير ...   كيف حالكم؟

      I Hope you will be fine and good😊 

      Jangan lupa melafadzkan Basmallah dan membaca do'a!

       بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

      Sholih sholiha bu guru bagaimana kabarnya? Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah Swt dan kita semua harus tetap semangat dalam pembelajaran ya nakk!...😊 Baik, Ananda Sholih dan Sholiha Ibu Lena Sebelum memulai pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada pagi hari ini, pastikan anak-anak sekalian sudah mendengarkan tausiah, melaksanakan sholat Dhuha dan tadarus Al-Qur'an yaa…

      Alhamdulillah... Hari ini kita di pertemukan kembali dalam keadaan sehat wal 'afiyat. Okee, pada pertemuan sebelumnya anak-anak Bu Lena sudah sangat luar biasa telah menyelesaikan pembelajaran Bab 1 tentang Menyayangi Anak Yatim, sekarang kita akan memasuki Bab baru yaitu Bab 2 "Lebih Dekat dengan Nama-Nama Allah" pada sub bab A yaitu Ayo Mengenal Allah Swt. melalui Asmaulhusna. Untuk itu setelah pembelajaran berlalu, kita semua jangan lupa untuk mengamalkan materi yang sudah kita pelajari, supaya kita akan mendapatkan pahala dari Allah Swt... Aamiin ya robbal'alamiin.

      Pendidikan Agama Islam / Kelas V

      ☺ Capaian Pembelajaran (CP) : Meyakini adanya Allah Swt melalui nama-nama Allah yang baik (asmaulhusna) dan mengenal makna al-Qawiyyu, al-Qayyum, al-Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'is.

      ☺ Tujuan Pembelajaran (TP) :

      1. Meyakini asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyum, al-Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'is.
      2. Menjelaskan makna asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyum, al-Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'is.
      3. Mengungkap nilai-nilai akhlak terpuji sebagai bukti keyakinan kepada asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyum, al-Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'is.

      ☺ Materi Pokok : Ayo Mengenal Allah Swt. melalui Asmaulhusna

      ☺ Model Pembelajaran/Metode : Ceramah interaktif, Tanya Jawab, dan Diskusi

      ☺ Media/Alat Peraga : Poster Asmaulhusna, Mushaf Al-Qur'an

      ☺ Apersepsi : Mengajukan pertanyaan sederhana kepada murid tentang kehidupan sehari-hari: "Anak-anak, pernahkah kalian mendengar ungkapan 'tak kenal maka tak sayang'? Menurut kalian, apakah kita sudah benar-benar mengenal Allah Swt? Coba sebutkan, adakah manusia yang paling kuat di dunia ini? Bisakah manusia hidup sendiri tanpa bantuan orang lain?" Kemudian anak-anak diajak untuk memperhatikan poster Asmaulhusna yang digunakan untuk memperoleh informasi dari pertanyaan tersebut.

      ☺ Materi Pembelajaran : Ayo Mengenal Allah Swt. melalui Asmaulhusna

      Sebelum memulai ke dalam materi pembelajaran, silahkan anak-anak terlebih dahulu perhatikan poster Asmaulhusna di bawah ini!

      A. Ayo Mengenal Allah Swt. melalui Asmaulhusna

      Kalian pasti sering mendengar ungkapan "tak kenal maka tak sayang". Sebuah ungkapan yang sering disampaikan saat berkenalan dengan orang yang lebih banyak. Memang benar semakin kita mengenali orang tersebut kita semakin tahu apa yang diperbuat, dikatakan bahkan dirasakan. Seperti kalian mengenali orang tua kalian, pastilah kalian sangat mengenal sehingga selalu berbuat baik untuknya.

      Anak saleh harus dekat dengan Allah dan harus mengenal lebih dekat kepada Allah. Salah satunya dengan cara mengenal lebih dekat nama-nama Allah. Semakin kalian mengenali Allah maka kalian akan semakin dekat dengan Allah. Diharapkan semakin kuat mendekati Allah dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya maka juga semakin jauh meninggalkan larangan Allah.

      Nama-nama indah Allah, semuanya mengacu kepada sifat-sifat-Nya. Nama-nama indah inilah yang dikenal dengan nama asmaulhusna. Nama-nama indah ini dinyatakan Allah di dalam Al-Qur'an, antara lain dalam surah al-A'raf ayat 180 yang artinya: "Dan Allah memiliki Asma'ul-husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (Q.S. al-A'raf/7:180)

      Ayat tersebut meyakinkan kepada kita akan nama-nama indah Allah, dan kita bisa menyebut kapanpun agar kita selalu ingat akan kekuasaan-Nya. Namun kita tidak bisa menggunakan nama Allah pada saat ibadah yang telah ditentukan seperti dalam salat. Tetap saja kalian menggunakan Allahu Akbar dan tidak bisa diganti dengan ar-Rahmanu Akbar atau ar-Rahimu Akbar, dan sebagainya. Nama-nama indah Allah juga terdapat di dalam Q.S. al-Hasr/59: 24, "Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." (Q.S. al-Hasr/59:24)

      Adapun pada pelajaran ini akan membahas lima asmaulhusna, yaitu al-Qawiyyu, al-Qayyum, al-Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'is.

      1. Al-Qawiyyu (اَلْقَوِيُ)

        Menurut kalian siapakah manusia terkuat di Indonesia? Nah, jika sudah menemukan jawabannya, apakah ada orang lain yang lebih kuat? Mampukah dia mengangkat beban dengan berat 100 kg, atau mampukah dia mengangkat sebuah mobil? Ternyata kekuatan manusia sangat terbatas. Lalu siapa yang kekuatannya tidak terbatas?

        Dialah Allah yang Maha Kuat dan tidak satu makhlukpun yang mampu mengalahkan-Nya. Dialah Allah al-Qawiyyu yang memiliki kekuatan di atas segalanya. Dengan kekuatannya Dia mengawasi dan mengatur segala sesuatu yang telah diciptakan. Allah memiliki kekuatan untuk menghancurkan dan membangun kembali apa yang telah luluh lantak. Allah juga memiliki kekuatan yang Maha dahsyat, hingga menghancurkan kekuatan yang disombongkan oleh mahluknya, seperti kekuatan Fir'aun sebagaimana firman Allah dalam Q.S. al-Anfal/8: 52 yang artinya: "(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang sebelum mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sungguh, Allah Mahakuat lagi sangat keras siksa-Nya."

        Sungguh Allah memiliki kekuatan yang tidak terbatas. Kekuatan Allah menunjukkan bahwa manusia di hadapan Allah sangat lemah. Karena itu manusia tidak pantas membanggakan dirinya. Sehebat apapun dan sekuat apapun manusia tidak pantas untuk sombong. Karena kesombongan akan menghancurkan diri sendiri.

        Sebagai anak saleh harus meyakini bahwa kekuatan yang dimiliki manusia adalah pemberian dari Allah. Nah, untuk membuktikan keyakinan kepada Allah yang memiliki sifat al-Qawiyyu kalian harus meneladani. Seperti dalam pesan Rasulullah Saw. bahwa "mukmin yang kuat lebih disenangi daripada mukmin yang lemah." Adapun contoh-contoh lain adalah sebagai berikut:

        1. Jika memiliki kekuatan berupa kecukupan harta maka bantulah yang lemah atau miskin;
        2. Tidak memamerkan dan menunjukkan kekuatan harta di hadapan orang miskin;
        3. Jika memiliki ilmu maka amalkanlah dan tidak memamerkan ilmu di hadapan orang yang rendah hati.
      2. Al-Qayyum (اَلْقَيُّوْمُ)

        Pernahkah kalian mengalami kesulitan? Apa yang kalian rasakan? Tentu ingin minta tolong, kan? Coba ceritakan pengalaman kalian mempersiapkan perlengkapan sekolah! Apakah kalian merasa kesulitan? Apakah masih dibantu orang tua?

        Ternyata kita masih mengalami kesulitan dan membutuhkan orang lain. Itulah sifat manusia sedangkan Allah Sang Pencipta melakukan segalanya sendiri tanpa bantuan dari manapun.

        Allah memiliki nama al-Qayyum yang artinya Allah Swt. berdiri sendiri dan tidak membutuhkan bantuan makhluk-Nya. Allah yang mengurus dan mengatur segala sesuatu yang menjadi kebutuhan makhluk-Nya, sebagaimana firman-Nya, "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)." (Q.S. Ali 'Imran/3: 2)

        Dialah Allah yang memerintahkan makhluk-Nya untuk taat kepada-Nya. Adanya malaikat yang melaksanakan perintah Allah bukan karena Allah membutuhkan bantuan. Akan tetapi, hal itu menunjukkan kekuasaan Allah atas malaikat dan semua makhluk. Sudah sepantasnya semua makhluk tunduk terhadap perintah-Nya.

        Al-Qayyum juga berarti Allah yang mengurus seluruh alam raya ini sendiri dan tidak membutuhkan apa pun dari makhluk-Nya. Dia yang menegakkan bumi dan langit, membuat bumi dan bulan mengitari matahari, menciptakan langit yang berdiri kokoh tanpa tiang, dan mengurus kebutuhan seluruh makhluk hidup-Nya. Semua dilakukan tanpa meminta bantuan kepada siapa pun. Allah berfirman dalam Q.S. al-Baqarah/2: 255 yang artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi."

        Sifat ini memberikan keteladanan kepada kita, di antaranya adalah sebagai berikut:

        1. Tidak menggantungkan hidup kepada orang lain. Anak muslim terbiasa memenuhi kebutuhan pribadi secara mandiri, seperti merapikan tempat tidur, menyiapkan peralatan sekolah, menyiapkan pakaian sekolah, dan sebagainya.
        2. Memiliki keterampilan untuk kebutuhan diri sendiri. Kalian harus memiliki keterampilan untuk hidup mandiri, seperti terampil bersepeda, terampil membersihkan dan merapikan rumah, dan menjaga kesehatan.
        3. Memiliki kepedulian kepada orang lain. Anak muslim harus gemar dan terbiasa membantu orang lain. Jika ada yang terkena musibah, hatinya bergetar, tangan dan raganya tergerak untuk membantu.
      3. Al-Muhyi (اَلْمُحْيِ)

        Pernahkah kalian melihat sawah yang kering? Rerumputan yang kering dan mati? Dan mengapa saat ada hujan sawah yang kering menjadi subur? Ayo, pikirkan mengapa rumput yang telah mati menjadi hidup kembali? Siapa yang menghidupkan semua itu?

        Dialah Allah Swt. yang memiliki sifat al-Muhyi, artinya Maha Menghidupkan. Dialah Allah yang memberi kehidupan kepada seluruh makhluk-Nya. Firman Allah Swt. dalam Q.S. ar-Rum/30: 50 yang artinya: "Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

        Ayat tersebut menunjukkan bahwa Dialah Allah yang Maha menghidupkan segalanya. Allah juga akan menghidupkan kembali manusia yang telah mati dan membangkitkannya kelak di akhirat. Termasuk badan kalian bisa bergerak dengan leluasa, semua karena kekuasaan Allah.

        Sebagai anak saleh tentunya bisa mengambil pelajaran dari sifat ini. Di antaranya agar bangkit dan termotivasi untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Ayo, perhatikan di lingkungan sekitar. Pernahkah kalian melihat ada musibah? Atau pernahkah melihat sebuah kecelakaan? Tentu peristiwa ini tak ingin menimpa kita dan tidak kita kehendaki. Namun di balik musibah ada orang-orang yang Allah selamatkan, sehingga dia kembali hidup dan menikmati kehidupan. Allah mematikan dan menghidupkan manusia agar mereka meningkatkan kehidupan yang lebih baik, merasakan kenikmatan hidup, dan berlomba-lomba dalam amal kebaikan.

      4. Al-Mumit (اَلْمُمِيْتُ)

        Pernahkah kalian menyaksikan seseorang yang meninggal? Apakah seseorang yang meninggal selalu berusia tua atau muda atau mungkin masih anak-anak? Ungkapkan pengalaman kalian menyaksikan peristiwa itu!

        Ternyata semua yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Dialah Allah yang Maha Mematikan atau al-Mumit. Allah yang menakdirkan kematian bagi makhluk yang ditetapkan kematian, Allah juga yang mematikan dengan menahan nyawa, bagai jasad yang dikehendaki. Sebagaimana firman Allah yang artinya, "Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir." (Q.S. az-Zumar/39: 42)

        Kematian pasti akan datang. Karena itu tidak perlu takut menghadapinya. Namun kita perlu mempersiapkannya. Kematian adalah gerbang menuju kebahagiaan abadi. Jika ingin bahagia, maka kita harus mengikuti perintah Allah dan rasul-Nya. Misalnya, rajin salat, rajin membaca Al-Qur'an, hormat kepada orang tua dan guru, senang mendamaikan, besikap ramah penuh kasih sayang dan sikap terpuji lainya. Kemudian, jauhi yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya, misalnya mencuri, berkelahi, mencemooh, menggunjing, menyakiti orang lain, dan sebagainya.

        Tahukah kalian, manusia akan mengalami dua kali kematian dan dua kali kehidupan. Kematian pertama adalah saat manusia belum ada di alam raya ini. Setelah itu Allah ciptakan kita untuk menjalani hidup di dunia dan ini disebut kehidupan pertama. Setelah itu, manusia akan mengalami kematian kedua yaitu saat roh manusia dicabut Allah. Kemudian Allah membangkitkan manusia dari alam barzakh dan ini disebut kehidupan kedua. Firman Allah dalam Al-Qur'an surah Gafir/40:11 yang artinya: "Mereka menjawab, Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)."

        Allah berkehendak untuk mematikan makhluk-Nya. Bagi Allah mematikan hamba-Nya sangatlah mudah. Banyak cara yang terjadi di alam semesta ini untuk mengakhiri kehidupan manusia. Coba kalian perhatikan cara Allah mematikan makhluknya, misalnya melalui musibah bencana banjir, tanah longsor, gunung meletus yang dapat mematikan puluhan orang, melalui gempa bumi yang mengakibatkan ratusan nyawa menghilang, melalui bencana tsunami yang dapat menelan korban ribuan manusia, dan berbagai kejadian musibah lain yang terjadi di bumi ini. Manusia tidak mampu menahan saat kematian tiba. Bahkan Allah juga berkehendak mematikan orang-orang yang sedang berolahraga. Kematian adalah milik Allah. Tak ada satupun makhluk yang bisa menahannya. Pada saatnya datang, maka datanglah.

        Allah mematikan dan menghidupkan manusia agar mereka meningkatkan kehidupan yang lebih baik, merasakan kenikmatan hidup, dan berlomba-lomba dalam amal kebaikan.

      5. Al-Ba'is (اَلْبَاعِثُ)

        Apa kalian pernah melihat seseorang yang pingsan? Apa yang kalian lihat saat orang itu sadar dari pingsannya? Ayo, kalian renungkan! Ayo, ungkapkan pendapatmu!

        Al-Ba'is berarti Allah Maha Membangkitkan. Allah yang akan membangkitkan semua manusia dari alam kubur. Allah akan menghidupkan kembali makhluk-makhluk-Nya yang telah mati. Al-Ba'is juga berarti Allah yang memberikan kekuatan untuk menggerakan benda-benda yang diam dan menampakkan benda-benda yang tersembunyi. Firman Allah dalam Q.S. Al-An'am/6: 60 yang artinya: "Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."

        Pernahkah kalian merasa kehilangan motivasi, sehingga merasa malas belajar. Namun tiba-tiba terasa memiliki semangat, bangkit dari rasa malas, bangkit dari rasa lelah. Itulah bukti bahwa Allah Maha membangkitkan jiwa manusia, Allah yang membangkitkan jiwa dengan ajaran yang benar, Allah yang membangkitkan optimisme untuk kesuksesan di masa akan datang.

        Sebagai anak muslim harus mengambil keteladanan dari sifat Allah al-Ba'is. Keteladanan yang dimaksud yaitu:

        1. Meyakini kebenaran hari kebangkitan. Sehingga terbentuk sikap terpuji dan menyenangkan orang lain.
        2. Peduli untuk menghidupkan orang lain dengan mengajar ilmu yang bermanfaat untuk bekal dunia akhirat.
        3. Terbiasa menanamkan rasa percaya diri dan semangat juang kepada orang lain.

        Nah, ayo lakukan! Jika ada temanmu yang malas segeralah bantu agar bangkit dan bersemangat.

      Pesan yang terkandung dalam pembelajaran Asmaulhusna kali ini antara lain adalah:

      1. Manusia harus menyadari bahwa kekuatan, kehidupan dan kematian sepenuhnya berada di tangan Allah Swt (al-Qawiyyu, al-Muhyi, al-Mumit).
      2. Manusia harus terbiasa mandiri dan tidak menggantungkan diri kepada makhluk lain, sebagaimana keteladanan dari al-Qayyum.
      3. Manusia harus senantiasa optimis dan membangkitkan semangat diri maupun orang lain, sebagaimana keteladanan dari al-Ba'is.

      Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

       اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

      Akhirul Kalam... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

       

      Pendidikan Agama Islam Template by Ipietoon Cute Blog Design