Senin, 08 Mei 2023

Materi PAI Kelas VB

      
Hari/Tgl            : Selasa, 9 Mei 2023
Kelas                 : VA, VB, VC, dan VD
Muatan Materi  : Kisah Teladan Luqman (KD 3.17)
Tujuan              : Peserta didik mampu memahami kisah keteladanan Luqmān sebagaimana yang terdapat dalam al-Qur'an
                                                                   
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tabiik Puunnn...

الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

Hari ini kita akan melanjutkan materi Pendidikan Agama Islam yaitu:

Kisah Keteladanan Luqman

A. Siapakah Luqmān?

Luqmān adalah hamba Allah yang saleh. Ia tidak menerima kenabian, tetapi menjadi seorang ayah pilihan Allah. Dia berkebangsaan Habsyi berasal dari kota Sudan. Pekerjaannya sebagai tukang kayu, tubuhnya pendek, dia memiliki kekuatan dan mendapat hikmah dari Allah, sehingga nasihat yang disampaikan kepada anaknya diabadikan dalam al-Qur’ān. Luqmān adalah anak dari Bau’ra bin Nahur bin Tareh. Sedangkan Tareh bin Nahur merupakan nama dari Azar ayahnya nabi Ibrahim a.s. Luqmān hidup selama 1000 tahun. Ia menjadi guru nabi Dāwūd a.s. sebelum diangkat menjadi Nabi. Pekerjaan Luqmān pada awalnya adalah tukang kayu, tukang jahit dan juga menggembala domba. Ia kemudian diangkat menjadi qadhi (hakim). Luqmān menikah dan dikaruniai banyak anak, akan tetapi semua anaknya meninggal dunia ketika masih kecil. Semua itu ia terima dengan ikhlas, karena ia yakin dan sadar bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah Swt.

B. Luqmān Banyak Bersyukur

Amati dan bacalah dengan tartil QS. Luqmān: 12 berikut:

وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا لُقۡمَٰنَ ٱلۡحِكۡمَةَ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِلَّهِۚ وَمَن يَشۡكُرۡ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٞ  ١٢

Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS. Luqmān: 12)

Pelajaran yang dapat diambil dari ayat di atas ialah:
1.) Luqmān adalah seorang hamba Allah yang telah dianugerahi-Nya hikmat, yaitu selalu bersyukur. Luqmān selalu bersyukur atas nikmat yang ia peroleh.
2.) Allah katakan bahwa “barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri”. Syukur adalah berterima kasih kepada Allah Swt. atas segala nikmat yang diberikan-Nya kepada kita. Seperti tubuh yang sempurna, dapat melihat, mendengar, berbicara, berjalan, meraba dan merasa. Kita dapat makan dan minum, memilki tempat tinggal, pakaian, dapat belajar, serta memiliki iman Islam.
3.) Allah Swt. telah menganugerahi Luqmān ketaatan beribadah kepada Allah Swt., memiliki perasaan halus, akal pikiran dan pengetahuan luas.

C. Nasihat Luqmān Kepada Anaknya.

1.) Jangan musyrik atau menyekutukan Allah.

Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqmān: 13 berikut!

وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ  ١٣

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqmān berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”. (QS. Luqmān: 13)

Apa arti mempersekutukan Allah? Mempersekutukan artinya menyerupai sesuatu dengan Allah Swt. Misalnya menjadikan matahari sebagai Tuhan lalu disembah. Membuat batu atau patung sebagai Tuhan lalu disembah. Menjadikan kayu besar sebagai Tuhan lalu dipuja-puja dan disembah. Wahai anakku, janganlah menyamakan Allah Swt. dengan sesuatu apa pun, dan tidak akan pernah sama, karena sehebat apapun manusia, matahari, apalagi patung, tidak akan bisa menyamai Allah Swt. sebagai pencipta alam semesta dan sebagai sumber nikmat dan karunia. Barang siapa ingkar kepada pemberi nikmat dan karunia (Allah Swt.) maka orang tersebut telah berbuat kedzaliman yang besar.

2.) Jangan angkuh dan sombong

Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqmān: 18 berikut!

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ  ١٨

Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (Q.S Luqmān:18).

Ciri-ciri sikap angkuh dan sombong menurut Q.S. Luqmān: 18 di atas adalah:
• memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong),
• berjalan di muka bumi dengan angkuh, dan
• membanggakan diri sendiri.

Luqmān mengajarkan kepada anaknya untuk berperilaku rendah hati, tidak angkuh dan sombong. Misalnya bertemu teman mengucapkan salam sambil menyapa “apa kabar?” Jangan tak acuh terhadap orang lain, angkuh, merasa hebat sendiri. Misalnya merasa paling cakap, paling ganteng, paling kaya, paling pintar, paling hebat. Kalau berjalan dengan melenggang lenggok yang dibuat-buat, memuji diri sendiri dan sebagainya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang angkuh dan sombong lagi membanggakan diri, artinya orang yang sombong itu dibenci oleh Allah Swt.

3.) Hendaklah berbuat kebajikan

Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqmān: 17 berikut!

يَٰبُنَيَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱنۡهَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ  ١٧

Artinya: Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (Q.S. Luqmān: 17).

Luqmān berseru: “Hai Anakku”.

• Dirikanlah shalat wajib maupun shalat sunnah. Shalat adalah tiang agama (Islam). Barangsiapa yang menegakkan salat berarti menegakkan agama, dan barangsiapa yang tidak menegakkan salat berarti ia telah meruntuhkan agama.

• Kerjakanlah sesuatu yang baik. Misalnya: Rajin beribadah dan berdoa; Patuh kepada kedua orang tua; Patuh kepada bapak dan ibu guru; Rajin mengaji; Rajin belajar; Ke sekolah tepat waktu dan selalu bersih; Bertutur kata santun; serta Mengerjakan tugas pekerjaan rumah tepat waktu.

• Hindari perbuatan buruk (mungkar). Misalnya: Syirik atau menyekutukan Allah; Membenci kedua orangtua; Membenci bapak dan ibu guru; Berkelahi; Mencuri; serta Berkata kasar dan kotor.

• Hendaklah selalu bersikap sabar, yaitu sabar mengerjakan yang baik, dan sabar menghindari yang buruk.


Baiklah sholeh sholeha Bu Guru, di akhir pembelajaran ada tugas yang harus kalian selesaikan. Jawablah pertanyaan di bawah ini dan kerjakan dalam buku tugas kalian masing-masing!

Silahkan anak-anak ceritakan secara singkat kisah tentang Luqman serta, Teladan apa yang dapat kita ambil dari nasihat yang diberikan Luqman kepada anaknya!

Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

Akhirul Kalam... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Minggu, 07 Mei 2023

Materi PAI Kelas VA dan VC

     
Hari/Tgl            : Senin, 8 Mei 2023
Kelas                 : VA, VB, VC, dan VD
Muatan Materi  : Kisah Teladan Luqman (KD 3.17)
Tujuan              : Peserta didik mampu memahami kisah keteladanan Luqmān sebagaimana yang terdapat dalam al-Qur'an
                                                                   
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tabiik Puunnn...

الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

Hari ini kita akan melanjutkan materi Pendidikan Agama Islam yaitu:

Kisah Keteladanan Luqman

A. Siapakah Luqmān?

Luqmān adalah hamba Allah yang saleh. Ia tidak menerima kenabian, tetapi menjadi seorang ayah pilihan Allah. Dia berkebangsaan Habsyi berasal dari kota Sudan. Pekerjaannya sebagai tukang kayu, tubuhnya pendek, dia memiliki kekuatan dan mendapat hikmah dari Allah, sehingga nasihat yang disampaikan kepada anaknya diabadikan dalam al-Qur’ān. Luqmān adalah anak dari Bau’ra bin Nahur bin Tareh. Sedangkan Tareh bin Nahur merupakan nama dari Azar ayahnya nabi Ibrahim a.s. Luqmān hidup selama 1000 tahun. Ia menjadi guru nabi Dāwūd a.s. sebelum diangkat menjadi Nabi. Pekerjaan Luqmān pada awalnya adalah tukang kayu, tukang jahit dan juga menggembala domba. Ia kemudian diangkat menjadi qadhi (hakim). Luqmān menikah dan dikaruniai banyak anak, akan tetapi semua anaknya meninggal dunia ketika masih kecil. Semua itu ia terima dengan ikhlas, karena ia yakin dan sadar bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah Swt.

B. Luqmān Banyak Bersyukur

Amati dan bacalah dengan tartil QS. Luqmān: 12 berikut:

وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا لُقۡمَٰنَ ٱلۡحِكۡمَةَ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِلَّهِۚ وَمَن يَشۡكُرۡ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٞ  ١٢

Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS. Luqmān: 12)

Pelajaran yang dapat diambil dari ayat di atas ialah:
1.) Luqmān adalah seorang hamba Allah yang telah dianugerahi-Nya hikmat, yaitu selalu bersyukur. Luqmān selalu bersyukur atas nikmat yang ia peroleh.
2.) Allah katakan bahwa “barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri”. Syukur adalah berterima kasih kepada Allah Swt. atas segala nikmat yang diberikan-Nya kepada kita. Seperti tubuh yang sempurna, dapat melihat, mendengar, berbicara, berjalan, meraba dan merasa. Kita dapat makan dan minum, memilki tempat tinggal, pakaian, dapat belajar, serta memiliki iman Islam.
3.) Allah Swt. telah menganugerahi Luqmān ketaatan beribadah kepada Allah Swt., memiliki perasaan halus, akal pikiran dan pengetahuan luas.

C. Nasihat Luqmān Kepada Anaknya.

1.) Jangan musyrik atau menyekutukan Allah.

Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqmān: 13 berikut!

وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ  ١٣

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqmān berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”. (QS. Luqmān: 13)

Apa arti mempersekutukan Allah? Mempersekutukan artinya menyerupai sesuatu dengan Allah Swt. Misalnya menjadikan matahari sebagai Tuhan lalu disembah. Membuat batu atau patung sebagai Tuhan lalu disembah. Menjadikan kayu besar sebagai Tuhan lalu dipuja-puja dan disembah. Wahai anakku, janganlah menyamakan Allah Swt. dengan sesuatu apa pun, dan tidak akan pernah sama, karena sehebat apapun manusia, matahari, apalagi patung, tidak akan bisa menyamai Allah Swt. sebagai pencipta alam semesta dan sebagai sumber nikmat dan karunia. Barang siapa ingkar kepada pemberi nikmat dan karunia (Allah Swt.) maka orang tersebut telah berbuat kedzaliman yang besar.

2.) Jangan angkuh dan sombong

Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqmān: 18 berikut!

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ  ١٨

Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (Q.S Luqmān:18).

Ciri-ciri sikap angkuh dan sombong menurut Q.S. Luqmān: 18 di atas adalah:
• memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong),
• berjalan di muka bumi dengan angkuh, dan
• membanggakan diri sendiri.

Luqmān mengajarkan kepada anaknya untuk berperilaku rendah hati, tidak angkuh dan sombong. Misalnya bertemu teman mengucapkan salam sambil menyapa “apa kabar?” Jangan tak acuh terhadap orang lain, angkuh, merasa hebat sendiri. Misalnya merasa paling cakap, paling ganteng, paling kaya, paling pintar, paling hebat. Kalau berjalan dengan melenggang lenggok yang dibuat-buat, memuji diri sendiri dan sebagainya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang angkuh dan sombong lagi membanggakan diri, artinya orang yang sombong itu dibenci oleh Allah Swt.

3.) Hendaklah berbuat kebajikan

Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqmān: 17 berikut!

يَٰبُنَيَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱنۡهَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ  ١٧

Artinya: Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (Q.S. Luqmān: 17).

Luqmān berseru: “Hai Anakku”.

• Dirikanlah shalat wajib maupun shalat sunnah. Shalat adalah tiang agama (Islam). Barangsiapa yang menegakkan salat berarti menegakkan agama, dan barangsiapa yang tidak menegakkan salat berarti ia telah meruntuhkan agama.

• Kerjakanlah sesuatu yang baik. Misalnya: Rajin beribadah dan berdoa; Patuh kepada kedua orang tua; Patuh kepada bapak dan ibu guru; Rajin mengaji; Rajin belajar; Ke sekolah tepat waktu dan selalu bersih; Bertutur kata santun; serta Mengerjakan tugas pekerjaan rumah tepat waktu.

• Hindari perbuatan buruk (mungkar). Misalnya: Syirik atau menyekutukan Allah; Membenci kedua orangtua; Membenci bapak dan ibu guru; Berkelahi; Mencuri; serta Berkata kasar dan kotor.

• Hendaklah selalu bersikap sabar, yaitu sabar mengerjakan yang baik, dan sabar menghindari yang buruk.


Baiklah sholeh sholeha Bu Guru, di akhir pembelajaran ada tugas yang harus kalian selesaikan. Jawablah pertanyaan di bawah ini dan kerjakan dalam buku tugas kalian masing-masing!

Silahkan anak-anak ceritakan secara singkat kisah tentang Luqman serta, Teladan apa yang dapat kita ambil dari nasihat yang diberikan Luqman kepada anaknya!

Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

Akhirul Kalam... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Rabu, 03 Mei 2023

Materi PAI Kekas VB dan VD

   

Hari/Tgl            : Kamis, 4 Mei 2023
Kelas                 : VA, VB, VC, dan VD
Muatan Materi  : Shalat Tarawih dan Tadarus Al-Qur'an (KD 3.9)
Tujuan              : Peserta didik mampu memahami makna, tata cara, dan keutamaan shalat tarawih dan tadarus al-Qur'an                                                                    
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tabiik Puunnn...

الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

Hari ini kita akan melanjutkan materi Pendidikan Agama Islam yaitu:

Indahnya Shalat Tarawih dan Tadarus al-Qur'an

A. Pengertian Shalat Tarawih

    Shalat tarāwih ialah shalat malam yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadhan. Shalat ini sangat dianjurkan, boleh dikerjakan sendiri-sendiri atau berjamaah. Dilakukan sesudah shalat Isya sampai waktu fajar. Bilangan rakaat salat boleh dilakukan 8 rakaat dan boleh 20 rakaat. Shalat tarāwih dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari “tarwihatun“ yang berarti santai atau istirahat. Dinamakan demikian karena para sahabat melaksanakannya dengan beristirahat setelah selesai setiap salam.

    Shalat tarawih merupakan salah satu Qiyamul lail, artinya menghidupkan malam. Hukum shalat tarawih ialah Sunnah Muakkadah, artinya shalat sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW senantiasa melaksanakan shalat tarawih selama bulan Ramadhan. Ibadah yang apabila dikerjakan mendapatkan pahala, tetapi jika ditinggalkan tidak berdosa.

B. Tata Cara Pelaksanaan Shalat Trawih

    Pada masa nabi, Shalat tarāwih dikerjakan sama seperti salat sunah biasa, yang membedakannya adalah niatnya. Nabi mengerjakan delapan rakaat, dengan dua rakaat satu salam, selanjutnya dilanjutkan dengan shalat witir sebanyak tiga rakaat. Pada masa khalifah Umar bin Khattab, shalat tarāwih dikerjakan sebanyak 20 rakaat. Dilaksanakan dengan dua rakaat satu kali salam, lalu ditambah dengan £alat witir tiga rakaat dengan dua kali salam.

    Setelah shalat tarāwih hendaknya diteruskan dengan shalat witir. Shalat witir ini sangat diutamakan. Bilangan rakaatnya gasal (ganjil) boleh 1 atau 3, 5, 7, 9 dan 11 rakaat. Nabi pernah mengatakan: “Sesungguhnya Allah itu witir (Esa) dan suka kepada witir, maka salat witirlah wahai ahli Quran”. 

Niat Shalat Tarawih:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatat tarâwîhi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'mûman lillâhi ta'âlâ.


Niat Shalat Witir:
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka'aatain (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'alaa.

    Shalat tarāwih memang indah dan menyenangkan. Begitu memasuki awal bulan, kaum muslimin laki-laki dan perempuan, orangtua, pemuda dan anak-anak berduyun-duyun menuju masjid dan musala sambil menyandang sajadah dengan wajah gembira segera melaksanakan shalat tarāwih berjamaah.

    Walaupun shalat tarāwih boleh dilaksanakan sendirian, namun kaum muslimin lebih senang melaksanakannya dengan berjamaah. Apabila dilakukan dengan cara berjamaah manfaatnya tentu lebih baik daripada sendirian. Memperoleh pahala 27 derajat, dan lebih mensyiarkan Islam serta memupuk rasa persaudaraan dan persatuan sesama umat Islam.

    Rasulullah SAW menganjurkan kepada kaum muslimin untuk menghidupkan malam-malam bulan Ramadhān dengan memperbanyak qiyamul-lail artinya bangun di malam hari melakukan ibadah, seperti shalat sunat, membaca al-Qur’ān, berzikir, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan pada saat sahur sebaiknya tidak menonton TV.

C. Keutamaan Shalat Tarawih

    1. Dapat menambah ketaatan kepada Allah SWT

    2. Allah akan mengampuni dosa-dosanya

    3. Pahala ibadah ditulis seperti shalat 1 malam penuh

    4. Mempererat silaturahmi sesama kaum muslimin


D. Pengertian Tadarus    

    Tadarus berasal dari kata Bahasa Arab "darasa" yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, dan mengambil pelajaran. Tadarus al-Qur’ān menurut KBBI berarti membaca serta mempelajari kitab suci al-Qur’ān secara bersama-sama. Tadarus dapat dilakukan sendirian atau bersama-sama, baik di rumah, mushala atau masjid. Kegiatan tadarus al-Qur’ān umumnya dilakukan di masjid atau mushala setelah shalat tarawih. Di sekolah, biasanya dilakukan pada pagi atau siang hari setelah kegiatan shalat duha. Semua pelajar yang beragama Islam beramai-ramai melaksanakan tadarus al-Qur’ān dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan ilmu, kemuliaan, dan ampunan.

    Pada masa Nabi Muhammad saw. kegiatan tadarus al-Qur’ān dilakukan dengan berbagai cara. Ada sekadar membaca hingga khatam, ada yang menghafalnya, dan ada pula yang mempelajari isi kandungannya. Setiap bulan Ramadhan malaikat Jibril selalu turun untuk menyimak tadarus nabi dan memperbaiki bila ada kesalahan.    

E. Tata Cara Pelaksanaan Tadarus Al-Qur'an 

    Membaca al-Qur’ān tidak sama seperti membaca kitab ataupun buku lainnya. Membaca al-Qur’ān hendaklah memperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut:

1. Ketika akan membaca al-Qur’ān hendaklah berwudu lebih dahulu

2. Mengawalinya dengan membaca ta’awuż dan basmalah.

3. Di tempat yang bersih

4. Berbusana bersih dan menutup aurat dengan rapi

5. Dianjurkan menghadap kiblat

6. Membaca al-Qur’ān dengan tenang dan tidak tergesa-gesa

7. Membaca dengan suara sedang

8. Tidak berbicara dan bersenda gurau (bercanda). 


F. Manfaat Tadarus Al-Qur'an 

    Tadārus al-Qur’ān mengandung banyak manfaat, antara lain seperti di bawah ini:

1. Menumbuhkan kecintaan kepada al-Qur’ān

2. Memperlancar membaca al-Qur’ān

3. Terlatih membaca dan mencintai al-Qur’ān

4. Mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt.

5. Memperoleh ilmu tentang al-Qur’ān.

6. Memperoleh kasih sayang dan kebaikan dari Allah Swt   

    Seseorang yang bersemangat untuk mempelajari al-Qur’ān bersama-sama. Mereka menyadari betapa besar manfaat tadarus al-Qur’ān, yaitu dapat menambah pengetahuan, memperoleh pahala, dan bersilaturahim dengan teman-teman. Itulah keistimewaan pada bulan Ramadhan, semua amal kebaikan pahalanya akan dilipatgandakan. Bulan diturunkannya al-Qur’ān, sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. al-Baqarah/2: 185

                                                     

Artinya : “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan al-Qur’ān, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. al-Baqarah: 185)

Sebagai tambahan materi lengkapnya.. Silahkan simak video di bawah ini!


Selanjutnya silahkan kerjakan tugas latihan di dalam LKS PAI hlm 45-48!

Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Marilah kita akhiri dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

Akhirul Kalam.. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selasa, 02 Mei 2023

Materi PAI Kelas VA, VD, dan VC

   

Hari/Tgl            : Rabu, 3 Mei 2023
Kelas                 : VA, VB, VC, dan VD
Muatan Materi  : Shalat Tarawih dan Tadarus Al-Qur'an (KD 3.9)
Tujuan              : Peserta didik mampu memahami makna, tata cara, dan keutamaan shalat tarawih dan tadarus al-Qur'an                                                                    
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tabiik Puunnn...

الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

Hari ini kita akan melanjutkan materi Pendidikan Agama Islam yaitu:

Indahnya Shalat Tarawih dan Tadarus al-Qur'an

A. Pengertian Shalat Tarawih

    Shalat tarāwih ialah shalat malam yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadhan. Shalat ini sangat dianjurkan, boleh dikerjakan sendiri-sendiri atau berjamaah. Dilakukan sesudah shalat Isya sampai waktu fajar. Bilangan rakaat salat boleh dilakukan 8 rakaat dan boleh 20 rakaat. Shalat tarāwih dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari “tarwihatun“ yang berarti santai atau istirahat. Dinamakan demikian karena para sahabat melaksanakannya dengan beristirahat setelah selesai setiap salam.

    Shalat tarawih merupakan salah satu Qiyamul lail, artinya menghidupkan malam. Hukum shalat tarawih ialah Sunnah Muakkadah, artinya shalat sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW senantiasa melaksanakan shalat tarawih selama bulan Ramadhan. Ibadah yang apabila dikerjakan mendapatkan pahala, tetapi jika ditinggalkan tidak berdosa.

B. Tata Cara Pelaksanaan Shalat Trawih

    Pada masa nabi, Shalat tarāwih dikerjakan sama seperti salat sunah biasa, yang membedakannya adalah niatnya. Nabi mengerjakan delapan rakaat, dengan dua rakaat satu salam, selanjutnya dilanjutkan dengan shalat witir sebanyak tiga rakaat. Pada masa khalifah Umar bin Khattab, shalat tarāwih dikerjakan sebanyak 20 rakaat. Dilaksanakan dengan dua rakaat satu kali salam, lalu ditambah dengan £alat witir tiga rakaat dengan dua kali salam.

    Setelah shalat tarāwih hendaknya diteruskan dengan shalat witir. Shalat witir ini sangat diutamakan. Bilangan rakaatnya gasal (ganjil) boleh 1 atau 3, 5, 7, 9 dan 11 rakaat. Nabi pernah mengatakan: “Sesungguhnya Allah itu witir (Esa) dan suka kepada witir, maka salat witirlah wahai ahli Quran”. 

Niat Shalat Tarawih:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatat tarâwîhi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'mûman lillâhi ta'âlâ.


Niat Shalat Witir:
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka'aatain (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'alaa.

    Shalat tarāwih memang indah dan menyenangkan. Begitu memasuki awal bulan, kaum muslimin laki-laki dan perempuan, orangtua, pemuda dan anak-anak berduyun-duyun menuju masjid dan musala sambil menyandang sajadah dengan wajah gembira segera melaksanakan shalat tarāwih berjamaah.

    Walaupun shalat tarāwih boleh dilaksanakan sendirian, namun kaum muslimin lebih senang melaksanakannya dengan berjamaah. Apabila dilakukan dengan cara berjamaah manfaatnya tentu lebih baik daripada sendirian. Memperoleh pahala 27 derajat, dan lebih mensyiarkan Islam serta memupuk rasa persaudaraan dan persatuan sesama umat Islam.

    Rasulullah SAW menganjurkan kepada kaum muslimin untuk menghidupkan malam-malam bulan Ramadhān dengan memperbanyak qiyamul-lail artinya bangun di malam hari melakukan ibadah, seperti shalat sunat, membaca al-Qur’ān, berzikir, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan pada saat sahur sebaiknya tidak menonton TV.

C. Keutamaan Shalat Tarawih

    1. Dapat menambah ketaatan kepada Allah SWT

    2. Allah akan mengampuni dosa-dosanya

    3. Pahala ibadah ditulis seperti shalat 1 malam penuh

    4. Mempererat silaturahmi sesama kaum muslimin


D. Pengertian Tadarus    

    Tadarus berasal dari kata Bahasa Arab "darasa" yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, dan mengambil pelajaran. Tadarus al-Qur’ān menurut KBBI berarti membaca serta mempelajari kitab suci al-Qur’ān secara bersama-sama. Tadarus dapat dilakukan sendirian atau bersama-sama, baik di rumah, mushala atau masjid. Kegiatan tadarus al-Qur’ān umumnya dilakukan di masjid atau mushala setelah shalat tarawih. Di sekolah, biasanya dilakukan pada pagi atau siang hari setelah kegiatan shalat duha. Semua pelajar yang beragama Islam beramai-ramai melaksanakan tadarus al-Qur’ān dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan ilmu, kemuliaan, dan ampunan.

    Pada masa Nabi Muhammad saw. kegiatan tadarus al-Qur’ān dilakukan dengan berbagai cara. Ada sekadar membaca hingga khatam, ada yang menghafalnya, dan ada pula yang mempelajari isi kandungannya. Setiap bulan Ramadhan malaikat Jibril selalu turun untuk menyimak tadarus nabi dan memperbaiki bila ada kesalahan.    

E. Tata Cara Pelaksanaan Tadarus Al-Qur'an 

    Membaca al-Qur’ān tidak sama seperti membaca kitab ataupun buku lainnya. Membaca al-Qur’ān hendaklah memperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut:

1. Ketika akan membaca al-Qur’ān hendaklah berwudu lebih dahulu

2. Mengawalinya dengan membaca ta’awuż dan basmalah.

3. Di tempat yang bersih

4. Berbusana bersih dan menutup aurat dengan rapi

5. Dianjurkan menghadap kiblat

6. Membaca al-Qur’ān dengan tenang dan tidak tergesa-gesa

7. Membaca dengan suara sedang

8. Tidak berbicara dan bersenda gurau (bercanda). 


F. Manfaat Tadarus Al-Qur'an 

    Tadārus al-Qur’ān mengandung banyak manfaat, antara lain seperti di bawah ini:

1. Menumbuhkan kecintaan kepada al-Qur’ān

2. Memperlancar membaca al-Qur’ān

3. Terlatih membaca dan mencintai al-Qur’ān

4. Mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt.

5. Memperoleh ilmu tentang al-Qur’ān.

6. Memperoleh kasih sayang dan kebaikan dari Allah Swt   

    Seseorang yang bersemangat untuk mempelajari al-Qur’ān bersama-sama. Mereka menyadari betapa besar manfaat tadarus al-Qur’ān, yaitu dapat menambah pengetahuan, memperoleh pahala, dan bersilaturahim dengan teman-teman. Itulah keistimewaan pada bulan Ramadhan, semua amal kebaikan pahalanya akan dilipatgandakan. Bulan diturunkannya al-Qur’ān, sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. al-Baqarah/2: 185

                                                     

Artinya : “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan al-Qur’ān, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. al-Baqarah: 185)

Sebagai tambahan materi lengkapnya.. Silahkan simak video di bawah ini!


Selanjutnya silahkan kerjakan tugas latihan di dalam LKS PAI hlm 45-48!

Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Marilah kita akhiri dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

Akhirul Kalam.. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Senin, 01 Mei 2023

Materi PAI Kelas V B

  
Hari/Tgl            : Selasa, 2 Mei 2023
Kelas                 : VA, VB, VC, dan VD
Muatan Materi  : Shalat Tarawih dan Tadarus Al-Qur'an (KD 3.9)
Tujuan              : Peserta didik mampu memahami makna, tata cara, dan keutamaan shalat tarawih dan tadarus al-Qur'an                                                                    
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tabiik Puunnn...

الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

Hari ini kita akan melanjutkan materi Pendidikan Agama Islam yaitu:

Indahnya Shalat Tarawih dan Tadarus al-Qur'an

A. Pengertian Shalat Tarawih

    Shalat tarāwih ialah shalat malam yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadhan. Shalat ini sangat dianjurkan, boleh dikerjakan sendiri-sendiri atau berjamaah. Dilakukan sesudah shalat Isya sampai waktu fajar. Bilangan rakaat salat boleh dilakukan 8 rakaat dan boleh 20 rakaat. Shalat tarāwih dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari “tarwihatun“ yang berarti santai atau istirahat. Dinamakan demikian karena para sahabat melaksanakannya dengan beristirahat setelah selesai setiap salam.

    Shalat tarawih merupakan salah satu Qiyamul lail, artinya menghidupkan malam. Hukum shalat tarawih ialah Sunnah Muakkadah, artinya shalat sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW senantiasa melaksanakan shalat tarawih selama bulan Ramadhan. Ibadah yang apabila dikerjakan mendapatkan pahala, tetapi jika ditinggalkan tidak berdosa.

B. Tata Cara Pelaksanaan Shalat Trawih

    Pada masa nabi, Shalat tarāwih dikerjakan sama seperti salat sunah biasa, yang membedakannya adalah niatnya. Nabi mengerjakan delapan rakaat, dengan dua rakaat satu salam, selanjutnya dilanjutkan dengan shalat witir sebanyak tiga rakaat. Pada masa khalifah Umar bin Khattab, shalat tarāwih dikerjakan sebanyak 20 rakaat. Dilaksanakan dengan dua rakaat satu kali salam, lalu ditambah dengan £alat witir tiga rakaat dengan dua kali salam.

    Setelah shalat tarāwih hendaknya diteruskan dengan shalat witir. Shalat witir ini sangat diutamakan. Bilangan rakaatnya gasal (ganjil) boleh 1 atau 3, 5, 7, 9 dan 11 rakaat. Nabi pernah mengatakan: “Sesungguhnya Allah itu witir (Esa) dan suka kepada witir, maka salat witirlah wahai ahli Quran”. 

Niat Shalat Tarawih:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatat tarâwîhi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'mûman lillâhi ta'âlâ.


Niat Shalat Witir:
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka'aatain (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'alaa.

    Shalat tarāwih memang indah dan menyenangkan. Begitu memasuki awal bulan, kaum muslimin laki-laki dan perempuan, orangtua, pemuda dan anak-anak berduyun-duyun menuju masjid dan musala sambil menyandang sajadah dengan wajah gembira segera melaksanakan shalat tarāwih berjamaah.

    Walaupun shalat tarāwih boleh dilaksanakan sendirian, namun kaum muslimin lebih senang melaksanakannya dengan berjamaah. Apabila dilakukan dengan cara berjamaah manfaatnya tentu lebih baik daripada sendirian. Memperoleh pahala 27 derajat, dan lebih mensyiarkan Islam serta memupuk rasa persaudaraan dan persatuan sesama umat Islam.

    Rasulullah SAW menganjurkan kepada kaum muslimin untuk menghidupkan malam-malam bulan Ramadhān dengan memperbanyak qiyamul-lail artinya bangun di malam hari melakukan ibadah, seperti shalat sunat, membaca al-Qur’ān, berzikir, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan pada saat sahur sebaiknya tidak menonton TV.

C. Keutamaan Shalat Tarawih

    1. Dapat menambah ketaatan kepada Allah SWT

    2. Allah akan mengampuni dosa-dosanya

    3. Pahala ibadah ditulis seperti shalat 1 malam penuh

    4. Mempererat silaturahmi sesama kaum muslimin


D. Pengertian Tadarus    

    Tadarus berasal dari kata Bahasa Arab "darasa" yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, dan mengambil pelajaran. Tadarus al-Qur’ān menurut KBBI berarti membaca serta mempelajari kitab suci al-Qur’ān secara bersama-sama. Tadarus dapat dilakukan sendirian atau bersama-sama, baik di rumah, mushala atau masjid. Kegiatan tadarus al-Qur’ān umumnya dilakukan di masjid atau mushala setelah shalat tarawih. Di sekolah, biasanya dilakukan pada pagi atau siang hari setelah kegiatan shalat duha. Semua pelajar yang beragama Islam beramai-ramai melaksanakan tadarus al-Qur’ān dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan ilmu, kemuliaan, dan ampunan.

    Pada masa Nabi Muhammad saw. kegiatan tadarus al-Qur’ān dilakukan dengan berbagai cara. Ada sekadar membaca hingga khatam, ada yang menghafalnya, dan ada pula yang mempelajari isi kandungannya. Setiap bulan Ramadhan malaikat Jibril selalu turun untuk menyimak tadarus nabi dan memperbaiki bila ada kesalahan.    

E. Tata Cara Pelaksanaan Tadarus Al-Qur'an 

    Membaca al-Qur’ān tidak sama seperti membaca kitab ataupun buku lainnya. Membaca al-Qur’ān hendaklah memperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut:

1. Ketika akan membaca al-Qur’ān hendaklah berwudu lebih dahulu

2. Mengawalinya dengan membaca ta’awuż dan basmalah.

3. Di tempat yang bersih

4. Berbusana bersih dan menutup aurat dengan rapi

5. Dianjurkan menghadap kiblat

6. Membaca al-Qur’ān dengan tenang dan tidak tergesa-gesa

7. Membaca dengan suara sedang

8. Tidak berbicara dan bersenda gurau (bercanda). 


F. Manfaat Tadarus Al-Qur'an 

    Tadārus al-Qur’ān mengandung banyak manfaat, antara lain seperti di bawah ini:

1. Menumbuhkan kecintaan kepada al-Qur’ān

2. Memperlancar membaca al-Qur’ān

3. Terlatih membaca dan mencintai al-Qur’ān

4. Mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt.

5. Memperoleh ilmu tentang al-Qur’ān.

6. Memperoleh kasih sayang dan kebaikan dari Allah Swt   

    Seseorang yang bersemangat untuk mempelajari al-Qur’ān bersama-sama. Mereka menyadari betapa besar manfaat tadarus al-Qur’ān, yaitu dapat menambah pengetahuan, memperoleh pahala, dan bersilaturahim dengan teman-teman. Itulah keistimewaan pada bulan Ramadhan, semua amal kebaikan pahalanya akan dilipatgandakan. Bulan diturunkannya al-Qur’ān, sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. al-Baqarah/2: 185

                                                     

Artinya : “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan al-Qur’ān, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. al-Baqarah: 185)

Sebagai tambahan materi lengkapnya.. Silahkan simak video di bawah ini!


Selanjutnya silahkan kerjakan tugas latihan di dalam LKS PAI hlm 45-48!

Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Marilah kita akhiri dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

Akhirul Kalam.. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Pendidikan Agama Islam Template by Ipietoon Cute Blog Design