Hari ini kita akan melanjutkan materi Pendidikan Agama Islam yaitu:
Keistimewaan dari kisah Luqman al-Hakim
Luqmanul Hakim hanyalah seorang budak penggembala yang berkulit hitam. Namun, ia tersohor dengan akhlak dan kepribadiannya, serta tutur katanya yang bijak, mendalam, serta memiliki bobot makna. Saat mendengar kabar tentang dirinya, Nabi Daud tergerak mengutus ajudannya agar segera menebus dan memerdekakan Luqman. Dalam waktu singkat, ia mengangkat Luqman agar menjabat selaku “hakim” di wilayah kekuasaannya.
Luqman Hakim juga merupakan salah satu nama orang yang disebut dalam al-Qur`an, tepatnya surah Luqman (31) ayat 12-19. Luqman Hakim namanya mendunia karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya. Sedangkan mengenai asal usul Luqman, para ulama berbeda pendapat. Ibnu Abbas menyatakan, bahwa Luqman adalah seorang tukang kayu yang berasal dari Habsyi. Jika sebelumnya ia hanyalah seorang budak yang berprofesi sebagai tukang dan penggembala, namun seiring dengan berjalannya waktu Lukman diangkat menjadi seorang Hakim dan ia adalah guru bagi Nabi Daud as.
Luqman Hakim memiliki keistimewaan yang mendapat anugerah dari Allah Swt, yakni berupa ilmu hikmah. Ilmu sangat berguna bagi kepribadian manusia yang pada gilirannya akan bermanfaat bagi orang di sekitarnya, juga bagi alam semesta. Allah Swt berfirman:
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman.” (QS. Luqman; 12)
Dalam surat Luqman ayat 12, disebutkan bahwa Allah telah menganugerahkan kepada Luqman berupa “hikmah” yang berkaitan erat dengan petunjuk atau “hidayah”. Bahwa ketika seseorang sudah menatap dengan penglihatan Allah, mendengar dengan pendengaran Allah, bahkan merasa dengan perasaan Allah, maka dia pun akan berucap dengan ucapan Allah juga. Tidak akan muncul kata-kata mubazir dan sia-sia yang keluar dari mulutnya. Kata "Hikmah" juga dapat diartikan sebagai kemampuan memahami hakikat sesuatu sesuai kemampuan yang optimal, atau untaian kata yang indah nan sempurna yang memuat dorongan melakukan sifat terpuji, ilmu, dan perilaku yang mulia, atau segala sesuatu yang meningkatkan kualitas diri seseorang.
Ada pendapat lain menyatakan, bahwa al-hikmah berarti ilmu dan amal. Oleh karenanya, seseorang tidak akan dapat menyandang gelar “Hakim” kecuali jika ia telah mengantongi keduanya, yakni ilmu dan amal. Berabad-abad sebelum kelahiran Rasulullah, kita akan membaca poin-poin nasihat Luqman kepada puteranya, dan kita bisa membandingkan apa-apa yang dikatakannya, berbanding lurus dengan hadis-hadit Nabi, yang dituturkan kepada para sahabatnya. Beginilah kisah keteladanan Luqmanul Hakim yang di dalamnya terdapat banyak nasihat-nasihat. Mari kita simak video dibawah ini:
Video 1
Video 2
Setelah anak-anak menyimak tayangan video diatas, sekarang silahkan kalian membuat contoh keteladanan yang dapat dijadikan sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan nasihat-nasihat Luqmān al-Hakim yang tercantum dalam kitab suci al-Qur'an, setelah itu buatlah kisah yang paling menarik dari nasihat-nasihat Luqmān al-Hakim dan ceritakan kisah tersebut di depan kelas!
Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah
Hari ini kita akan melanjutkan materi Pendidikan Agama Islam yaitu:
Kisah Keteladanan Luqman
Rangkuman yang dapat kita ambil dari mempelajari materi Keteladanan Luqman al Hakim:
1. Luqmān adalah hamba Allah yang saleh.
2. Luqmān seorang ayah yang bijaksana.
3. Luqmān bukan seorang nabi tetapi dia hamba Allah yang sholeh dan sangat mulia.
4. Luqmān berasal dari kebangsaan Habsy.
5. Luqmān berasal dari wilayah Sudan.
6. Luqmān sangat dimuliakan Allah sehingga namanya diabadikan sebagai nama surah dalam al-Qur’ān yaitu surah Luqmān.
7. Luqmān mendapat gelar Al-Hakim yang artinya orang yang bijaksana.
8. Luqmān sangat sayang kepada putranya sehingga dia mengajarkan berbagai contoh keteladanan kepadanya.
9. Luqmān mengajarkan kepada putranya supaya tidak lupa bersyukur kepada Allah Swt.
10. Luqmān mengajarkan kepada putranya supaya meng-Esakan Allah (tidak menyekutukan Allah Swt).
Setelah memahami rangkuman materi di atas silahkan anak-anak pelajari kembali materi yang sudah Ibu guru berikan pada pertemuan sebelumnya, setelah itu di akhir pembelajaran kalian kerjakan GAME KUIS yang sudah ibu berikan dibawah ini! Setelah selesai mengerjakan game kuis tersebut, boleh langsung di screenshot dan kemudian kirim hasil poin kalian ke WA pribadi Bu Guru!
KUIS Mata Pelajaran PAI tentang Kisah Keteladanan Luqman al Hakim:
https://wordwall.net/play/56205/777/664
* Catatan: Jika terjadi kendala pada saat mengklik link di atas, maka cara lain yang dapat dilakukan ialah dengan mengcoppy link tersebut, kemudian buka di halaman google chrome.
- CUKUP KERJAKAN 1 KALI SAJA -
Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah
Hari ini kita akan melanjutkan materi Pendidikan Agama Islam yaitu:
Kisah Keteladanan Luqman
Rangkuman yang dapat kita ambil dari mempelajari materi Keteladanan Luqman al Hakim:
1. Luqmān adalah hamba Allah yang saleh.
2. Luqmān seorang ayah yang bijaksana.
3. Luqmān bukan seorang nabi tetapi dia hamba Allah yang sholeh dan sangat mulia.
4. Luqmān berasal dari kebangsaan Habsy.
5. Luqmān berasal dari wilayah Sudan.
6. Luqmān sangat dimuliakan Allah sehingga namanya diabadikan sebagai nama surah dalam al-Qur’ān yaitu surah Luqmān.
7. Luqmān mendapat gelar Al-Hakim yang artinya orang yang bijaksana.
8. Luqmān sangat sayang kepada putranya sehingga dia mengajarkan berbagai contoh keteladanan kepadanya.
9. Luqmān mengajarkan kepada putranya supaya tidak lupa bersyukur kepada Allah Swt.
10. Luqmān mengajarkan kepada putranya supaya meng-Esakan Allah (tidak menyekutukan Allah Swt).
Setelah memahami rangkuman materi di atas silahkan anak-anak pelajari kembali materi yang sudah Ibu guru berikan pada pertemuan sebelumnya, setelah itu di akhir pembelajaran kalian kerjakan GAME KUIS yang sudah ibu berikan dibawah ini! Setelah selesai mengerjakan game kuis tersebut, boleh langsung di screenshot dan kemudian kirim hasil poin kalian ke WA pribadi Bu Guru!
KUIS Mata Pelajaran PAI tentang Kisah Keteladanan Luqman al Hakim:
https://wordwall.net/play/56205/777/664
* Catatan: Jika terjadi kendala pada saat mengklik link di atas, maka cara lain yang dapat dilakukan ialah dengan mengcoppy link tersebut, kemudian buka di halaman google chrome.
- CUKUP KERJAKAN 1 KALI SAJA -
Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah
Hari ini kita akan melanjutkan materi Pendidikan Agama Islam yaitu:
Kisah Keteladanan Luqman
A. Siapakah Luqmān?
Luqmān adalah hamba Allah yang saleh. Ia tidak menerima kenabian, tetapi menjadi seorang ayah pilihan Allah. Dia berkebangsaan Habsyi berasal dari kota Sudan. Pekerjaannya sebagai tukang kayu, tubuhnya pendek, dia memiliki kekuatan dan mendapat hikmah dari Allah, sehingga nasihat yang disampaikan kepada anaknya diabadikan dalam al-Qur’ān. Luqmān adalah anak dari Bau’ra bin Nahur bin Tareh. Sedangkan Tareh bin Nahur merupakan nama dari Azar ayahnya nabi Ibrahim a.s. Luqmān hidup selama 1000 tahun. Ia menjadi guru nabi Dāwūd a.s. sebelum diangkat menjadi Nabi. Pekerjaan Luqmān pada awalnya adalah tukang kayu, tukang jahit dan juga menggembala domba. Ia kemudian diangkat menjadi qadhi (hakim). Luqmān menikah dan dikaruniai banyak anak, akan tetapi semua anaknya meninggal dunia ketika masih kecil. Semua itu ia terima dengan ikhlas, karena ia yakin dan sadar bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah Swt.
B. Luqmān Banyak Bersyukur
Amati dan bacalah dengan tartil QS. Luqmān: 12 berikut:
Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS. Luqmān: 12)
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat di atas ialah: 1.) Luqmān adalah seorang hamba Allah yang telah dianugerahi-Nya hikmat, yaitu selalu bersyukur. Luqmān selalu bersyukur atas nikmat yang ia peroleh. 2.) Allah katakan bahwa “barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri”. Syukur adalah berterima kasih kepada Allah Swt. atas segala nikmat yang diberikan-Nya kepada kita. Seperti tubuh yang sempurna, dapat melihat, mendengar, berbicara, berjalan, meraba dan merasa. Kita dapat makan dan minum, memilki tempat tinggal, pakaian, dapat belajar, serta memiliki iman Islam. 3.) Allah Swt. telah menganugerahi Luqmān ketaatan beribadah kepada Allah Swt., memiliki perasaan halus, akal pikiran dan pengetahuan luas.
C. Nasihat Luqmān Kepada Anaknya.
1.) Jangan musyrik atau menyekutukan Allah.
Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqmān: 13 berikut!
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqmān berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”. (QS. Luqmān: 13)
Apa arti mempersekutukan Allah? Mempersekutukan artinya menyerupai sesuatu dengan Allah Swt. Misalnya menjadikan matahari sebagai Tuhan lalu disembah. Membuat batu atau patung sebagai Tuhan lalu disembah. Menjadikan kayu besar sebagai Tuhan lalu dipuja-puja dan disembah. Wahai anakku, janganlah menyamakan Allah Swt. dengan sesuatu apa pun, dan tidak akan pernah sama, karena sehebat apapun manusia, matahari, apalagi patung, tidak akan bisa menyamai Allah Swt. sebagai pencipta alam semesta dan sebagai sumber nikmat dan karunia. Barang siapa ingkar kepada pemberi nikmat dan karunia (Allah Swt.) maka orang tersebut telah berbuat kedzaliman yang besar.
2.) Jangan angkuh dan sombong
Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqmān: 18 berikut!
Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (Q.S Luqmān:18).
Ciri-ciri sikap angkuh dan sombong menurut Q.S. Luqmān: 18 di atas adalah: • memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong), • berjalan di muka bumi dengan angkuh, dan • membanggakan diri sendiri.
Luqmān mengajarkan kepada anaknya untuk berperilaku rendah hati, tidak angkuh dan sombong. Misalnya bertemu teman mengucapkan salam sambil menyapa “apa kabar?” Jangan tak acuh terhadap orang lain, angkuh, merasa hebat sendiri. Misalnya merasa paling cakap, paling ganteng, paling kaya, paling pintar, paling hebat. Kalau berjalan dengan melenggang lenggok yang dibuat-buat, memuji diri sendiri dan sebagainya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang angkuh dan sombong lagi membanggakan diri, artinya orang yang sombong itu dibenci oleh Allah Swt.
3.) Hendaklah berbuat kebajikan
Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqmān: 17 berikut!
Artinya: Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (Q.S. Luqmān: 17).
Luqmān berseru: “Hai Anakku”.
• Dirikanlah shalat wajib maupun shalat sunnah. Shalat adalah tiang agama (Islam). Barangsiapa yang menegakkan salat berarti menegakkan agama, dan barangsiapa yang tidak menegakkan salat berarti ia telah meruntuhkan agama.
• Kerjakanlah sesuatu yang baik. Misalnya: Rajin beribadah dan berdoa; Patuh kepada kedua orang tua; Patuh kepada bapak dan ibu guru; Rajin mengaji; Rajin belajar; Ke sekolah tepat waktu dan selalu bersih; Bertutur kata santun; serta Mengerjakan tugas pekerjaan rumah tepat waktu.
• Hindari perbuatan buruk (mungkar). Misalnya: Syirik atau menyekutukan Allah; Membenci kedua orangtua; Membenci bapak dan ibu guru; Berkelahi; Mencuri; serta Berkata kasar dan kotor.
• Hendaklah selalu bersikap sabar, yaitu sabar mengerjakan yang baik, dan sabar menghindari yang buruk.
Baiklah sholeh sholeha Bu Guru, di akhir pembelajaran ada tugas yang harus kalian selesaikan. Jawablah pertanyaan di bawah ini dan kerjakan dalam buku tugas kalian masing-masing!
Silahkan anak-anak ceritakan secara singkat kisah tentang Luqman serta, Teladan apa yang dapat kita ambil dari nasihat yang diberikan Luqman kepada anaknya!
Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah
Hari ini kita akan melanjutkan materi Pendidikan Agama Islam yaitu:
Kisah Keteladanan Luqman
A. Siapakah Luqmān?
Luqmān adalah hamba Allah yang saleh. Ia tidak menerima kenabian, tetapi menjadi seorang ayah pilihan Allah. Dia berkebangsaan Habsyi berasal dari kota Sudan. Pekerjaannya sebagai tukang kayu, tubuhnya pendek, dia memiliki kekuatan dan mendapat hikmah dari Allah, sehingga nasihat yang disampaikan kepada anaknya diabadikan dalam al-Qur’ān. Luqmān adalah anak dari Bau’ra bin Nahur bin Tareh. Sedangkan Tareh bin Nahur merupakan nama dari Azar ayahnya nabi Ibrahim a.s. Luqmān hidup selama 1000 tahun. Ia menjadi guru nabi Dāwūd a.s. sebelum diangkat menjadi Nabi. Pekerjaan Luqmān pada awalnya adalah tukang kayu, tukang jahit dan juga menggembala domba. Ia kemudian diangkat menjadi qadhi (hakim). Luqmān menikah dan dikaruniai banyak anak, akan tetapi semua anaknya meninggal dunia ketika masih kecil. Semua itu ia terima dengan ikhlas, karena ia yakin dan sadar bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah Swt.
B. Luqmān Banyak Bersyukur
Amati dan bacalah dengan tartil QS. Luqmān: 12 berikut:
Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS. Luqmān: 12)
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat di atas ialah: 1.) Luqmān adalah seorang hamba Allah yang telah dianugerahi-Nya hikmat, yaitu selalu bersyukur. Luqmān selalu bersyukur atas nikmat yang ia peroleh. 2.) Allah katakan bahwa “barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri”. Syukur adalah berterima kasih kepada Allah Swt. atas segala nikmat yang diberikan-Nya kepada kita. Seperti tubuh yang sempurna, dapat melihat, mendengar, berbicara, berjalan, meraba dan merasa. Kita dapat makan dan minum, memilki tempat tinggal, pakaian, dapat belajar, serta memiliki iman Islam. 3.) Allah Swt. telah menganugerahi Luqmān ketaatan beribadah kepada Allah Swt., memiliki perasaan halus, akal pikiran dan pengetahuan luas.
C. Nasihat Luqmān Kepada Anaknya.
1.) Jangan musyrik atau menyekutukan Allah.
Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqmān: 13 berikut!
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqmān berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”. (QS. Luqmān: 13)
Apa arti mempersekutukan Allah? Mempersekutukan artinya menyerupai sesuatu dengan Allah Swt. Misalnya menjadikan matahari sebagai Tuhan lalu disembah. Membuat batu atau patung sebagai Tuhan lalu disembah. Menjadikan kayu besar sebagai Tuhan lalu dipuja-puja dan disembah. Wahai anakku, janganlah menyamakan Allah Swt. dengan sesuatu apa pun, dan tidak akan pernah sama, karena sehebat apapun manusia, matahari, apalagi patung, tidak akan bisa menyamai Allah Swt. sebagai pencipta alam semesta dan sebagai sumber nikmat dan karunia. Barang siapa ingkar kepada pemberi nikmat dan karunia (Allah Swt.) maka orang tersebut telah berbuat kedzaliman yang besar.
2.) Jangan angkuh dan sombong
Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqmān: 18 berikut!
Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (Q.S Luqmān:18).
Ciri-ciri sikap angkuh dan sombong menurut Q.S. Luqmān: 18 di atas adalah: • memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong), • berjalan di muka bumi dengan angkuh, dan • membanggakan diri sendiri.
Luqmān mengajarkan kepada anaknya untuk berperilaku rendah hati, tidak angkuh dan sombong. Misalnya bertemu teman mengucapkan salam sambil menyapa “apa kabar?” Jangan tak acuh terhadap orang lain, angkuh, merasa hebat sendiri. Misalnya merasa paling cakap, paling ganteng, paling kaya, paling pintar, paling hebat. Kalau berjalan dengan melenggang lenggok yang dibuat-buat, memuji diri sendiri dan sebagainya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang angkuh dan sombong lagi membanggakan diri, artinya orang yang sombong itu dibenci oleh Allah Swt.
3.) Hendaklah berbuat kebajikan
Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqmān: 17 berikut!
Artinya: Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (Q.S. Luqmān: 17).
Luqmān berseru: “Hai Anakku”.
• Dirikanlah shalat wajib maupun shalat sunnah. Shalat adalah tiang agama (Islam). Barangsiapa yang menegakkan salat berarti menegakkan agama, dan barangsiapa yang tidak menegakkan salat berarti ia telah meruntuhkan agama.
• Kerjakanlah sesuatu yang baik. Misalnya: Rajin beribadah dan berdoa; Patuh kepada kedua orang tua; Patuh kepada bapak dan ibu guru; Rajin mengaji; Rajin belajar; Ke sekolah tepat waktu dan selalu bersih; Bertutur kata santun; serta Mengerjakan tugas pekerjaan rumah tepat waktu.
• Hindari perbuatan buruk (mungkar). Misalnya: Syirik atau menyekutukan Allah; Membenci kedua orangtua; Membenci bapak dan ibu guru; Berkelahi; Mencuri; serta Berkata kasar dan kotor.
• Hendaklah selalu bersikap sabar, yaitu sabar mengerjakan yang baik, dan sabar menghindari yang buruk.
Baiklah sholeh sholeha Bu Guru, di akhir pembelajaran ada tugas yang harus kalian selesaikan. Jawablah pertanyaan di bawah ini dan kerjakan dalam buku tugas kalian masing-masing!
Silahkan anak-anak ceritakan secara singkat kisah tentang Luqman serta, Teladan apa yang dapat kita ambil dari nasihat yang diberikan Luqman kepada anaknya!
Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah
Hari ini kita akan melanjutkan materi Pendidikan Agama Islam yaitu:
Kisah Keteladanan Luqman
A.
Siapakah Luqmān?
Luqmān adalah hamba Allah yang saleh. Ia tidak menerima kenabian,
tetapi menjadi seorang ayah pilihan Allah. Dia berkebangsaan Habsyi berasal
dari kota Sudan. Pekerjaannya sebagai tukang kayu, tubuhnya pendek, dia
memiliki kekuatan dan mendapat hikmah dari Allah, sehingga nasihat yang
disampaikan kepada anaknya diabadikan dalam al-Qur’ān. Luqmān adalah anak dari
Bau’ra bin Nahur bin Tareh. Sedangkan Tareh bin Nahur merupakan nama dari Azar
ayahnya nabi Ibrahim a.s. Luqmān hidup selama 1000 tahun. Ia menjadi guru nabi
Dāwūd a.s. sebelum diangkat menjadi Nabi. Pekerjaan Luqmān pada awalnya adalah
tukang kayu, tukang jahit dan juga menggembala domba. Ia kemudian diangkat
menjadi qadhi (hakim). Luqmān menikah dan dikaruniai banyak anak, akan tetapi
semua anaknya meninggal dunia ketika masih kecil. Semua itu ia terima dengan
ikhlas, karena ia yakin dan sadar bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak
Allah Swt.
B.
Luqmān Banyak Bersyukur
Amati
dan bacalah dengan tartil QS. Luqmān: 12 berikut:
Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman,
yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada
Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa
yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha
Terpuji". (QS. Luqmān: 12)
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat di atas ialah: 1.) Luqmān adalah seorang hamba Allah yang telah dianugerahi-Nya
hikmat, yaitu selalu bersyukur. Luqmān selalu bersyukur atas nikmat yang ia
peroleh. 2.) Allah katakan bahwa “barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah),
maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri”. Syukur adalah berterima
kasih kepada Allah Swt. atas segala nikmat yang diberikan-Nya kepada kita.
Seperti tubuh yang sempurna, dapat melihat, mendengar, berbicara, berjalan,
meraba dan merasa. Kita dapat makan dan minum, memilki tempat tinggal, pakaian,
dapat belajar, serta memiliki iman Islam. 3.) Allah Swt. telah menganugerahi Luqmān ketaatan beribadah kepada
Allah Swt., memiliki perasaan halus, akal pikiran dan pengetahuan luas.
C.
Nasihat Luqmān Kepada Anaknya.
1.) Jangan
musyrik atau menyekutukan Allah.
Amati
dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqmān: 13 berikut!
Artinya:
“Dan (ingatlah) ketika Luqmān berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi
pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah)
sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”.
(QS. Luqmān: 13)
Apa arti mempersekutukan Allah? Mempersekutukan artinya menyerupai
sesuatu dengan Allah Swt. Misalnya menjadikan matahari sebagai Tuhan lalu
disembah. Membuat batu atau patung sebagai Tuhan lalu disembah. Menjadikan kayu
besar sebagai Tuhan lalu dipuja-puja dan disembah. Wahai anakku, janganlah
menyamakan Allah Swt. dengan sesuatu apa pun, dan tidak akan pernah sama,
karena sehebat apapun manusia, matahari, apalagi patung, tidak akan bisa
menyamai Allah Swt. sebagai pencipta alam semesta dan sebagai sumber nikmat dan
karunia. Barang siapa ingkar kepada pemberi nikmat dan karunia (Allah Swt.)
maka orang tersebut telah berbuat kedzaliman yang besar.
2.) Jangan
angkuh dan sombong
Amati
dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqmān: 18 berikut!
Artinya:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan
janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (Q.S Luqmān:18).
Ciri-ciri sikap angkuh dan sombong menurut Q.S. Luqmān: 18 di atas
adalah: • memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong), • berjalan di muka bumi dengan angkuh, dan •
membanggakan diri sendiri.
Luqmān mengajarkan kepada anaknya untuk berperilaku rendah hati,
tidak angkuh dan sombong. Misalnya bertemu teman mengucapkan salam sambil
menyapa “apa kabar?” Jangan tak acuh terhadap orang lain, angkuh, merasa hebat
sendiri. Misalnya merasa paling cakap, paling ganteng, paling kaya, paling
pintar, paling hebat. Kalau berjalan dengan melenggang lenggok yang
dibuat-buat, memuji diri sendiri dan sebagainya. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang angkuh dan sombong lagi membanggakan diri, artinya
orang yang sombong itu dibenci oleh Allah Swt.
3.)
Hendaklah berbuat kebajikan
Amati
dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqmān: 17 berikut!
Artinya:
Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan
cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang
menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan
(oleh Allah)”. (Q.S. Luqmān: 17).
Luqmān berseru: “Hai Anakku”.
• Dirikanlah shalat wajib maupun shalat sunnah.
Shalat adalah tiang agama (Islam). Barangsiapa yang menegakkan salat berarti
menegakkan agama, dan barangsiapa yang tidak menegakkan salat berarti ia telah
meruntuhkan agama.
•
Kerjakanlah sesuatu yang baik. Misalnya: Rajin
beribadah dan berdoa; Patuh
kepada kedua orang tua; Patuh
kepada bapak dan ibu guru; Rajin
mengaji; Rajin
belajar; Ke
sekolah tepat waktu dan selalu bersih; Bertutur
kata santun; serta Mengerjakan
tugas pekerjaan rumah tepat waktu.
•
Hindari perbuatan buruk (mungkar). Misalnya: Syirik atau menyekutukan Allah; Membenci kedua orangtua; Membenci bapak dan ibu guru; Berkelahi; Mencuri; serta Berkata kasar dan kotor.
•
Hendaklah selalu bersikap sabar, yaitu sabar mengerjakan yang baik, dan sabar
menghindari yang buruk.
Baiklah sholeh sholeha Bu Guru, di akhir pembelajaran ada tugas yang harus kalian selesaikan. Jawablah pertanyaan di bawah ini dan kerjakan dalam buku tugas kalian masing-masing!
Silahkan anak-anak ceritakan secara singkat kisah tentang Luqman serta, Teladan apa yang dapat kita ambil dari nasihat yang diberikan Luqman kepada anaknya!
Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah
Hari ini kita akan melanjutkan materi Pendidikan Agama Islam yaitu:
Indahnya Shalat Tarawih dan Tadarus al-Qur'an
A. Pengertian Shalat Tarawih
Shalat tarāwih ialah shalat malam yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadhan. Shalat ini sangat dianjurkan, boleh dikerjakan sendiri-sendiri atau berjamaah. Dilakukan sesudah shalat Isya sampai waktu fajar. Bilangan rakaat salat boleh dilakukan 8 rakaat dan boleh 20 rakaat. Shalat tarāwih dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari “tarwihatun“ yang berarti santai atau istirahat. Dinamakan demikian karena para sahabat melaksanakannya dengan beristirahat setelah selesai setiap salam.
Shalat tarawih merupakan salah satu Qiyamul lail, artinya menghidupkan malam. Hukum shalat tarawih ialah Sunnah Muakkadah, artinya shalat sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW senantiasa melaksanakan shalat tarawih selama bulan Ramadhan. Ibadah yang apabila dikerjakan mendapatkan pahala, tetapi jika ditinggalkan tidak berdosa.
B. Tata Cara Pelaksanaan Shalat Trawih
Pada masa nabi, Shalat tarāwih dikerjakan sama seperti salat sunah biasa, yang membedakannya adalah niatnya. Nabi mengerjakan delapan rakaat, dengan dua rakaat satu salam, selanjutnya dilanjutkan dengan shalat witir sebanyak tiga rakaat. Pada masa khalifah Umar bin Khattab, shalat tarāwih dikerjakan sebanyak 20 rakaat. Dilaksanakan dengan dua rakaat satu kali salam, lalu ditambah dengan £alat witir tiga rakaat dengan dua kali salam.
Setelah shalat tarāwih hendaknya diteruskan dengan shalat witir. Shalat witir ini sangat diutamakan. Bilangan rakaatnya gasal (ganjil) boleh 1 atau 3, 5, 7, 9 dan 11 rakaat. Nabi pernah mengatakan: “Sesungguhnya Allah itu witir (Esa) dan suka kepada witir, maka salat witirlah wahai ahli Quran”.
Shalat tarāwih memang indah dan menyenangkan. Begitu memasuki awal bulan, kaum muslimin laki-laki dan perempuan, orangtua, pemuda dan anak-anak berduyun-duyun menuju masjid dan musala sambil menyandang sajadah dengan wajah gembira segera melaksanakan shalat tarāwih berjamaah.
Walaupun shalat tarāwih boleh dilaksanakan sendirian, namun kaum muslimin lebih senang melaksanakannya dengan berjamaah. Apabila dilakukan dengan cara berjamaah manfaatnya tentu lebih baik daripada sendirian. Memperoleh pahala 27 derajat, dan lebih mensyiarkan Islam serta memupuk rasa persaudaraan dan persatuan sesama umat Islam.
Rasulullah SAW menganjurkan kepada kaum muslimin untuk menghidupkan malam-malam bulan Ramadhān dengan memperbanyak qiyamul-lail artinya bangun di malam hari melakukan ibadah, seperti shalat sunat, membaca al-Qur’ān, berzikir, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan pada saat sahur sebaiknya tidak menonton TV.
C. Keutamaan Shalat Tarawih
1. Dapat menambah ketaatan kepada Allah SWT
2. Allah akan mengampuni dosa-dosanya
3. Pahala ibadah ditulis seperti shalat 1 malam penuh
4. Mempererat silaturahmi sesama kaum muslimin
D. Pengertian Tadarus
Tadarus berasal dari kata Bahasa Arab "darasa" yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, dan mengambil pelajaran. Tadarus al-Qur’ān menurut KBBI berarti membaca serta mempelajari kitab suci al-Qur’ān secara bersama-sama. Tadarus dapat dilakukan sendirian atau bersama-sama, baik di rumah, mushala atau masjid. Kegiatan tadarus al-Qur’ān umumnya dilakukan di masjid atau mushala setelah shalat tarawih. Di sekolah, biasanya dilakukan pada pagi atau siang hari setelah kegiatan shalat duha. Semua pelajar yang beragama Islam beramai-ramai melaksanakan tadarus al-Qur’ān dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan ilmu, kemuliaan, dan ampunan.
Pada masa Nabi Muhammad saw. kegiatan tadarus al-Qur’ān dilakukan dengan berbagai cara. Ada sekadar membaca hingga khatam, ada yang menghafalnya, dan ada pula yang mempelajari isi kandungannya. Setiap bulan Ramadhan malaikat Jibril selalu turun untuk menyimak tadarus nabi dan memperbaiki bila ada kesalahan.
E. Tata Cara Pelaksanaan Tadarus Al-Qur'an
Membaca al-Qur’ān tidak sama seperti membaca kitab ataupun buku lainnya. Membaca al-Qur’ān hendaklah memperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut:
1. Ketika akan membaca al-Qur’ān hendaklah berwudu lebih dahulu
2. Mengawalinya dengan membaca ta’awuż dan basmalah.
3. Di tempat yang bersih
4. Berbusana bersih dan menutup aurat dengan rapi
5. Dianjurkan menghadap kiblat
6. Membaca al-Qur’ān dengan tenang dan tidak tergesa-gesa
7. Membaca dengan suara sedang
8. Tidak berbicara dan bersenda gurau (bercanda).
F. Manfaat Tadarus Al-Qur'an
Tadārus al-Qur’ān mengandung banyak manfaat, antara lain seperti di bawah ini:
1. Menumbuhkan kecintaan kepada al-Qur’ān
2. Memperlancar membaca al-Qur’ān
3. Terlatih membaca dan mencintai al-Qur’ān
4. Mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt.
5. Memperoleh ilmu tentang al-Qur’ān.
6. Memperoleh kasih sayang dan kebaikan dari Allah Swt
Seseorang yang bersemangat untuk mempelajari al-Qur’ān bersama-sama. Mereka menyadari betapa besar manfaat tadarus al-Qur’ān, yaitu dapat menambah pengetahuan, memperoleh pahala, dan bersilaturahim dengan teman-teman. Itulah keistimewaan pada bulan Ramadhan, semua amal kebaikan pahalanya akan dilipatgandakan. Bulan diturunkannya al-Qur’ān, sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. al-Baqarah/2: 185
Artinya : “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan al-Qur’ān, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. al-Baqarah: 185)
Sebagai tambahan materi lengkapnya.. Silahkan simak video di bawah ini!
Selanjutnya silahkan kerjakan tugas latihan di dalam LKS PAI hlm 45-48!
Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Marilah kita akhiri dengan mengucapkan lafadz Hamdallah
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate another link velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.