Minggu, 27 Agustus 2023

Materi P5 Kelas IV A

   

Hari/Tgl            : Senin, 28 Agustus 2023
Kelas                 : IV A
Tema                 : P5 (Inovasi Olahan Keripik Pisang)
Topik                 : Sosialisasi Proyek
Elemen/CP        : Kewirausahaan 
TP                      : Peserta didik mampu memahami kegiatan petani pisang
                             Peserta didik mampu membuat ilustrasi gambar perkebunan pisang
ATP                    : Memahami kegiatan petani pisang
                             Menciptakan karya berupa gambar perkebunan pisang                                                
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tabiik Puunnn...

الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

Hari ini kita akan memulai materi Penguatan Projek Profil Pancasila yaitu:

Sosialisasi Proyek "Petani Pisang"

Sebelumnya Ibu Guru akan memberitahu terlebih dahulu apa itu Projek Profil Pelajar Pancasila atau yang kita sebut dengan P5. Sebagai mana landasan hukumnya terdapat dalam Kepmendikbud N0. 56/M/2022 yang merupakan suatu kegiatan Kokurikuler pembelajaran di kelas selain dari Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler. Terdapat 6 dimensi yang ada di dalam P5, diataranya yaitu:
1. Beriman dan bertakwa kepada Allah swt dan berakhlak mulia
2. Berkebhinekaan global
3. Bergotong royong
4. Kreatif
5. Bernalar kritis
6. Mandiri
Dalam pelaksanaan kegiatan P5 di tingkat Sekolah Dasar terdapat beberapa tema yang dapat kita pelajari, diantaranya adalah:
1. Gaya hidup berkelanjutan
2. Kearifan Lokal
3. Bhineka Tunggal Ika
4. Berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI
5. Kewirausahaan
Pada kesempatan kali ini, kita akan mengambil dimensi KEWIRAUSAHAAN dengan tema "Olahan Keripik Pisang" dengan penilaian dari elemen Bernalar Kritis, Kreatif, serta Gotong Royong. Untuk pertemuan pertama kita akan membahas Sosialisasi proyek mengenai petani pisang. Silahkan anak-anak simak dan amati tayangan video berikut ini:  


Setelah mengamati video diatas, silahkan anak-anak ungkapkan bagaimana pendapat kalian mengenai petani pisang yang ada di negara kita Indonesia. Coba kalian ungkapkan pendapat kalian di hadapan teman-teman kelasmu dengan menggunakan bahasa masing-masing!
Selanjutnya buatlah karya berupa gambar ilistrasi yang menarik mengenai perkebunan pisang yang ada di lingkungan sekitarmu!

Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Kita lanjutkan pembelajaran selanjutnya di pertemuan yang akan datang. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

Akhirul Kalam... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KESIMPULAN :

Berdasarkan materi yang sudah disampaikan, peserta didik mampu memahami konsep pembelajaran Kokurikuler Projek Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertema "Kewirausahaan" dengan judul materi Inovasi Olahan Pisang. Sebagaimana TP dari pertemuan pertama ini peserta didik telah mampu memahami kegiatan petani pisang yang ada di Indonesia, serta mampu membuat dan menghasilkan karya yang orisinil yaitu gambar ilustrasi perkebunan pisang. Sehingga dengan ketercapaian tersebut, pendidik mampu melanjutkan ke tahap/pertemuan selanjutnya.

DOKUMENTASI :





Kamis, 24 Agustus 2023

Materi PAI Kelas I A

    

Hari/Tgl            : Jum'at, 25 Agustus 2023
Kelas                 : I A
Tema                 : Thaharah (Wudhu)
Topik                 : Pelaksanaan praktik di Masjid
Elemen/CP        : Fiqih Ibadah
TP                      : Peserta didik mampu melafalkan bacaan niat wudhu 
ATP                    : Melafalkan bacaan niat wudhu dengan baik dan lancar                                              
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tabiik Puunnn...

الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

Hari ini kita akan memulai materi Pendidikan Agama Islam yaitu:

Pelaksanaan Praktik Wudhu (Bacaan Niat)

    Thaharah menduduki masalah penting dalam Islam. Boleh dikatakan bahwa tanpa adanya thaharah, ibadah kita kepada Allah Swt tidak akan diterima. Sebab beberapa ibadah utama mensyaratkan thaharah secara mutlak. Tanpa thaharah, ibadah tidak sah. Bila ibadah tidak sah, maka tidak akan diterima Allah. Kalau tidak diterima Allah, maka konsekuensinya adalah kesia-siaan. Oleh karena itu, thaharah menjadi bab pertaama yang dikaji dalam semua kitab fiqih. Thaharah secara bahasa berarti bersuci, dan thaharah juga bermakna an-Nadhzafah, yaitu kebersihan. Maka, thaharah secara istilah bisa diartikan sebagai kegiatan bersuci dan membersihkan. Sebab-sebab thaharah ada beberapa macam, salah satunya ialah sebab dari Hadats kecil yaitu dengan cara berwudu.
    Sebelum kita mengetahui tatacara berwudhu yang tepat, maka anak-anak terlebih dahulu harus hafal bagaimana pelafalan niat berwudhu yang baik. Berikut ini lafal niat wudhu yang harus kita hafalkan :

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul whuduua liraf'il hadatsil asghari fardal lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta'ala"

Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Kita lanjutkan pembelajaran selanjutnya di pertemuan yang akan datang. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

Akhirul Kalam... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kesimpulan:

Peserta didik sudah mampu melafalkan bacaan niat berwudhu dengan metode demonstrasi secara mandiri

Dokumentasi:



Rabu, 23 Agustus 2023

Materi PAI Kelas IV A dan IV B

    

Hari/Tgl            : Kamis, 24 Agustus 2023
Kelas                 : IV A dan IV B
Tema                 : Bacaan dan gerakan sholat
Topik                 : Pelaksanaan praktik di masjid
Elemen/CP        : Fiqih Ibadah
TP                      : Peserta didik mampu melafalkan bacaan dan gerakan I'tidal 
ATP                   : Melafalkan bacaan dan mempraktikkan gerakan I'tidal dengan tepat                                              
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tabiik Puunnn...

الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

Hari ini kita akan memulai materi Pendidikan Agama Islam yaitu:

Pelaksanaan Praktik (Bacaan dan Gerakan Sholat)

I'tidal adalah bagian dari rangkaian sholat berupa gerakan bangun dari ruku' dengan cara berdiri tegak. Menurut jumhur ulama, i'tidal menjadi bagian dari rukun sholat yang harus dikerjakan. Apabila seseorang menunaikan sholat tanpa i'tidal, maka ibadah sholatnya menjadi batal atau tidak sah. Ketika melakukan gerakan i'tidal dalam sholat, ada doa sesuai sunnah yang harus dibaca.

Mengutip dari buku Seri Fiqih Kehidupan 3 Shalat karya Ahmad Sarwat, bacaan doa I'tidal dibaca setelah selesai ruku' kemudian berdiri sambil mengangkat kedua tangan dengan membaca:

1. Bacaan Pendek

Pada saat i'tidal, sekurang-kurangnya membaca tahmid sebagai doa i'tidal, yaitu dengan bacaan sebagai berikut:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

"Wahai Tuhan kami, bagi-Mu lah segala pujian".

Bacaan tahmid ini didasarkan pada hadits berikut:

"Dari Abu Hurairah bahwasannya Nabi Muhammad SAW mengucapkan Sami'allahu Liman Hamidah (Allah Maha Mendengar terhadap orang yang memuji-Nya) ketika mengangkat punggungnya dari ruku'. Kemudian ketika berdiri beliau membaca:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

"Wahai Tuhan kami, bagi-Mu lah segala pujian." (HR Ahmad, Bukhari, dan Muslim).


2. Bacaan Panjang

Dalam riwayat lain, ada bacaan doa i'tidal yang lebih lengkap:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

 "Ya Allah Ya Tuhan kami, bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu."


Bacaan panjang tersebut juga merupakan sunnah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits sebagai berikut:

"Dari Ubaid bin al-Hasan dari Abu Aufa, ia berkata bahwa Rasulullah SAW ketika mengangkat kepalanya dari ruku' mengucapkan, sami'allahu liman hamidah:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

"Ya Allah Ya Tuhan kami, bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu." (Musnad al-Mustakhraj 'ala shahih Muslim).

Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Kita lanjutkan pembelajaran selanjutnya di pertemuan yang akan datang. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

Akhirul Kalam... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kesimpulan:

Peserta didik sudah mampu melafalkan bacaan serta mempraktikkan gerakan i'tidal dengan baik dan benar sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah Saw.

Dokumentasi:



Materi PAI Kelas I C

    

Hari/Tgl            : Kamis, 24 Agustus 2023
Kelas                 : I C
Tema                 : Thaharah (Wudhu)
Topik                 : Pelaksanaan praktik di Masjid
Elemen/CP        : Fiqih Ibadah
TP                      : Peserta didik mampu melafalkan bacaan niat wudhu 
ATP                    : Melafalkan bacaan niat wudhu dengan baik dan lancar                                              
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tabiik Puunnn...

الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

Hari ini kita akan memulai materi Pendidikan Agama Islam yaitu:

Pelaksanaan Praktik Wudhu (Bacaan Niat)

    Thaharah menduduki masalah penting dalam Islam. Boleh dikatakan bahwa tanpa adanya thaharah, ibadah kita kepada Allah Swt tidak akan diterima. Sebab beberapa ibadah utama mensyaratkan thaharah secara mutlak. Tanpa thaharah, ibadah tidak sah. Bila ibadah tidak sah, maka tidak akan diterima Allah. Kalau tidak diterima Allah, maka konsekuensinya adalah kesia-siaan. Oleh karena itu, thaharah menjadi bab pertaama yang dikaji dalam semua kitab fiqih. Thaharah secara bahasa berarti bersuci, dan thaharah juga bermakna an-Nadhzafah, yaitu kebersihan. Maka, thaharah secara istilah bisa diartikan sebagai kegiatan bersuci dan membersihkan. Sebab-sebab thaharah ada beberapa macam, salah satunya ialah sebab dari Hadats kecil yaitu dengan cara berwudu.
    Sebelum kita mengetahui tatacara berwudhu yang tepat, maka anak-anak terlebih dahulu harus hafal bagaimana pelafalan niat berwudhu yang baik. Berikut ini lafal niat wudhu yang harus kita hafalkan :

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul whuduua liraf'il hadatsil asghari fardal lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta'ala"

Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Kita lanjutkan pembelajaran selanjutnya di pertemuan yang akan datang. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

Akhirul Kalam... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kesimpulan:

Peserta didik sudah mampu melafalkan bacaan niat berwudhu dengan metode demonstrasi secara mandiri

Dokumentasi:




Selasa, 22 Agustus 2023

Materi PAI Kelas I A

   

Hari/Tgl            : Rabu, 23 Agustus 2023
Kelas                 : I A
Tema                 : Al-Qur'an Kitabku
Topik                 : Mengerjakan Penilaian Harian 1 (PH) Al-Qur'an Kitabku
Elemen/CP        : Al-Qur'an Hadits
TP                      : Peserta didik mampu mengerjakan Penilaian Harian 1 
ATP                    : Mengerjakan Penilaian Harian 1 dengan benar dan teliti                                              
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tabiik Puunnn...

الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

Hari ini kita akan memulai materi Pendidikan Agama Islam yaitu:

Penilaian Harian 1 Materi Al-Qur'an Kitabku


Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Kita lanjutkan pembelajaran selanjutnya di pertemuan yang akan datang. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

Akhirul Kalam... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Materi PAI Kelas IV C dan IV D

   

Hari/Tgl            : Rabu, 22 Agustus 2023
Kelas                 : IV C dan IV D
Tema                 : Bacaan dan gerakan sholat
Topik                 : Pelaksanaan praktik di masjid
Elemen/CP        : Fiqih Ibadah
TP                      : Peserta didik mampu melafalkan bacaan dan gerakan I'tidal 
ATP                   : Melafalkan bacaan dan mempraktikkan gerakan I'tidal dengan tepat                                              
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tabiik Puunnn...

الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

Hari ini kita akan memulai materi Pendidikan Agama Islam yaitu:

Pelaksanaan Praktik (Bacaan dan Gerakan Sholat)

I'tidal adalah bagian dari rangkaian sholat berupa gerakan bangun dari ruku' dengan cara berdiri tegak. Menurut jumhur ulama, i'tidal menjadi bagian dari rukun sholat yang harus dikerjakan. Apabila seseorang menunaikan sholat tanpa i'tidal, maka ibadah sholatnya menjadi batal atau tidak sah. Ketika melakukan gerakan i'tidal dalam sholat, ada doa sesuai sunnah yang harus dibaca.

Mengutip dari buku Seri Fiqih Kehidupan 3 Shalat karya Ahmad Sarwat, bacaan doa I'tidal dibaca setelah selesai ruku' kemudian berdiri sambil mengangkat kedua tangan dengan membaca:

1. Bacaan Pendek

Pada saat i'tidal, sekurang-kurangnya membaca tahmid sebagai doa i'tidal, yaitu dengan bacaan sebagai berikut:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

"Wahai Tuhan kami, bagi-Mu lah segala pujian".

Bacaan tahmid ini didasarkan pada hadits berikut:

"Dari Abu Hurairah bahwasannya Nabi Muhammad SAW mengucapkan Sami'allahu Liman Hamidah (Allah Maha Mendengar terhadap orang yang memuji-Nya) ketika mengangkat punggungnya dari ruku'. Kemudian ketika berdiri beliau membaca:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

"Wahai Tuhan kami, bagi-Mu lah segala pujian." (HR Ahmad, Bukhari, dan Muslim).


2. Bacaan Panjang

Dalam riwayat lain, ada bacaan doa i'tidal yang lebih lengkap:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

 "Ya Allah Ya Tuhan kami, bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu."


Bacaan panjang tersebut juga merupakan sunnah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits sebagai berikut:

"Dari Ubaid bin al-Hasan dari Abu Aufa, ia berkata bahwa Rasulullah SAW ketika mengangkat kepalanya dari ruku' mengucapkan, sami'allahu liman hamidah:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

"Ya Allah Ya Tuhan kami, bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu." (Musnad al-Mustakhraj 'ala shahih Muslim).

Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Kita lanjutkan pembelajaran selanjutnya di pertemuan yang akan datang. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

Akhirul Kalam... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kesimpulan:

Peserta didik sudah mampu melafalkan bacaan serta mempraktikkan gerakan i'tidal dengan baik dan benar sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah Saw.

Dokumentasi:





Materi PAI Kelas I B

   

Hari/Tgl            : Rabu, 23 Agustus 2023
Kelas                 : I B
Tema                 : Thaharah (Wudhu)
Topik                 : Pelaksanaan praktik di Masjid
Elemen/CP        : Fiqih Ibadah
TP                      : Peserta didik mampu melafalkan bacaan niat wudhu 
ATP                    : Melafalkan bacaan niat wudhu dengan baik dan lancar                                              
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tabiik Puunnn...

الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ

Hari ini kita akan memulai materi Pendidikan Agama Islam yaitu:

Pelaksanaan Praktik Wudhu (Bacaan Niat)

    Thaharah menduduki masalah penting dalam Islam. Boleh dikatakan bahwa tanpa adanya thaharah, ibadah kita kepada Allah Swt tidak akan diterima. Sebab beberapa ibadah utama mensyaratkan thaharah secara mutlak. Tanpa thaharah, ibadah tidak sah. Bila ibadah tidak sah, maka tidak akan diterima Allah. Kalau tidak diterima Allah, maka konsekuensinya adalah kesia-siaan. Oleh karena itu, thaharah menjadi bab pertaama yang dikaji dalam semua kitab fiqih. Thaharah secara bahasa berarti bersuci, dan thaharah juga bermakna an-Nadhzafah, yaitu kebersihan. Maka, thaharah secara istilah bisa diartikan sebagai kegiatan bersuci dan membersihkan. Sebab-sebab thaharah ada beberapa macam, salah satunya ialah sebab dari Hadats kecil yaitu dengan cara berwudu.
    Sebelum kita mengetahui tatacara berwudhu yang tepat, maka anak-anak terlebih dahulu harus hafal bagaimana pelafalan niat berwudhu yang baik. Berikut ini lafal niat wudhu yang harus kita hafalkan :

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul whuduua liraf'il hadatsil asghari fardal lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta'ala"

Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga apa yang Ibu sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Kita lanjutkan pembelajaran selanjutnya di pertemuan yang akan datang. Marilah kita tutup dengan mengucapkan lafadz Hamdallah

اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

Akhirul Kalam... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kesimpulan:

Peserta didik sudah mampu melafalkan bacaan niat berwudhu dengan metode demonstrasi secara mandiri

Dokumentasi:



 

Pendidikan Agama Islam Template by Ipietoon Cute Blog Design